Pilgub Lampung, Pengunduran Sutono Dinilai Janggal

Herman HN dan Sutono saat menerima rekomendasi menjadi cagub dan cawagub Lampung dari Megawati Soekarnoputri, Kamis (4/1/2018).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Kabag Humas dan Komunikasi Publik Pemerintah Provinsi Lampung, Heriyansyah, menilai pengunduran diri Sekretaris Daerah Lampung Sutono janggal.

Menurut Heri,saat  menghadiri deklarasi pasangan calon Gubernur Wakil Gubernur di DPP PDIP,  Kamis (4/1/2018) lalu, Sutono masih berstatus sebagai PNS.

“Pak Sutono, masih memilki agenda kerja sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pada saat deklarasi. Kehadirannya pada penerima rekomendasi di Jakarta, juga tidak berizin, baik izin dari Gubernur maupun Wakil Gubernur Lampung,” kata Heriansyah, Sabtu (6/1)

Heri mengaku surat pengunduran diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut, baru diterima oleh ajudan pribadi Gubernur Lampung pada Jumat sore, 5 Januari 2018 melalui ajudan pribadi Sutono.

Menurut Heri, hal itu menandakan bahwa mantan atasannya secara jelas dan sadar masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan ASN aktif saat menghadiri agenda politik di kantor DPP PDIP, Kamis (4/1) lalu.

“Seharusnya, dalam kurun waktu satu hari sebelumnya surat itu musti sudah diterima oleh Pemprov,” kata Heri.

Terkait hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung memanggil Sutono, Sabtu (6/1/2018).

“Sepanjang statusnya masih ASN, berarti tetap dimaknai sebagai dugaan pelanggaran. Sebagaimana surat Menpan RB,” kata Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah.

Sutono diduga melanggar UU ASN no 5 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2004.

BACA: Resmi Mundur dari Jabatan Sekda, Ini Penjelasan Lengkap Sutono

TL/HLS