Beranda News Pilgub Lampung Pilgub Lampung, Sejumlah Kader PDIP Masuk Bursa Calon Pendamping Ridho Ficardo

Pilgub Lampung, Sejumlah Kader PDIP Masuk Bursa Calon Pendamping Ridho Ficardo

992
BERBAGI
Gubernur Ridho Ficardo

TERASLAMPUNG.COM –– Ridho Ficardo dipastikan akan maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung 2018. Saat ini, Partai Demokrat masih menggodok sejumlah nama yang akan mendampingi calon petahana itu sebagai calon wakil gubernur.

Wakil ketua DPD Partai Demokrat Lampun, Imer Darius,mengungkapkan,  sudah ada beberapa calom kuat yang akan disaring untuk maju bareng Ridho pada Pilgub 27 Juni 2018 mendatang. Mereka adalah Ketua DPD PDI-P Lampung Sudin, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal (PDIP), dan Bupati Tulang Bawang Barat Umar Akhmad serta beberapa Bupati dan mantan Bupati Lambar.

“Wakil dari PDI-P. Dengan kader utama di Lampung kita komunikasi, dengan bupati dari PDI-P, dengan anggota legislatif pimpinan dewan, Pak Dedi Afrizal, Ketua DPD Pak Sudin. Bupati juga banyak, ada Umar, ada Winarti, ada Mukhlis mantan bupati. Kan tidak ada masalah (menggandeng mereka) kenal dekat semua ini,” tegasnya.

Soal kepastian siapa kader PDIP yang akan mendampingi Ridho,politisi Demokrat itu mengaku hal itu menjadi kewewengan DPP PDI-P untuk menentukan. Namun, kata Imer, dari nama-nama tersebut ada beberapa catatan dan yang sudah dikonfirmasi oleh DPP PDI-P.

“Kalau kata Pak Sudin, dia tidak bersedia. Alasannya, Pak Sudin  hanya mau mengurusi DPD, mengurusi partai, dari awal sudah bicara dengan DPP, dengan pak gubernur. Tapi itu kan kewenangan ketua umum (Megawati),” kata Imer.

Imer mengaku, soal calon wakil yang akan menjadi pendamping Ridho pada Pilgub 2018, hingga kini masih terus dikomunikasikan. Prinsipnya, kata Imer, dalam komunikasi itu ada peluang untuk kompromi.

“Kami kan kompromi untuk yang begitu-begitu (wakil). Misalkan ada kader di luar (PDI-P) dijadikan kader seperti Herman kan bisa saja, atau yang lebih memungkinkan Pak Bachtiar kita jadikan kader PDIP, kan bisa saja. Apalagi pak Bachtiar itu orang tuanya dulu anggota legilatif PDI-P, jaman susahnya PDI-P dia sudah jadi legislatif, Jadi secara kultural dia lebih dekat dengan PDI-P dibanding Herman,” tegasnya.

TL/HLS