Beranda Kolom Kopi Pagi Pilgub, Talkshow, dan Hantu Bergentayangan di Musim Pemilu

Pilgub, Talkshow, dan Hantu Bergentayangan di Musim Pemilu

537
BERBAGI

Oyos Saroso HN

RAKYAT Lampung adil makmur berkat hantu. Itulah berita yang masuk hotnews yang dimuat Teraslampung.com pada edisi 30 Mei 2118. Berita itu kemudian dikutip oleh Harian Kompas, dijadikan laporan utama majalah Tempo, dan menjadi kisah misteri terhot abad ini di majalah Misteri.

“Rakyat Lampung bisa adil makmur berkat hantu? Ruas biasa. Ini adalah hasil gilang-gemilang berkat rintisan yang dilakukan para hantu penguasa Lampung pada tahun 2018. Ya, seratus tahun lalu para hantu di Lampung sudah merintis upaya meletakkan dasar-dasar kehidupan rakyat yang demokratis melalui pemiihan gubernur (Pilgub) paling bersih di dunia! Ini ruar biasa!” kata Riko Gareng pada acara talkshow televisi paling digemari kecebong, keong sawah, tikus, dan kampret.

“Yang mau tepuk tangan silakan….” ujar Riko Sugareng.

“Jadi begini ya,” kata Riko Sugareng,”Indonesia itu mestinya meniru Lampung. Cukup pelihara tujuh Emak Hantu niscaya kemakmuran akan merata dari Sabang sampai Merauke. Karena kesuksesannya menciptakan kemakmuran itulah wajarlah kalau sejak tahun 2060 ibukota Indonesia pindah ke Lampung!”

“Tapi saya kira intinya bukan pada Emak Hantu, saudara Riko. Yang menjadi pertanyaan publik adalah, kenapa di Lampung ada Emak Hantu yang baiik hati yang konon katanya memberikan uang hingga triliunan rupiah untuk calon kepala daerah. Nah, yang pertanyaan kita bersama adalah: apalah Emak Hantu itu mirip Raja Midas yang bisa membuat setiap benda yang disentuhnya menjadi emas? Untuk menjawab semua itu, saya minta ahli sejarah dari Unila untuk menjlentrehkannnya sejelas-jelasnya,” kata Johan Katrok, pembawa acara yang juga konon wartawan supersenior dan bersuara serak-serak becek.

“Tapi sebelum itu….kita ikuti pesan-pesan berikut ini….”

Tuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing. 

Halah … iklan bro!

(Saya terbangun karena digigit nyamuk. Ternyata saya cuma mimpi yang enggak indah).

****

INI tahun 2018, bukan tahun 2118. Untuk sampai 2118 perlu seabad lagi alias 100 tahun. Saat itu saya sudah menjadi tanah. Anda semua yang iseng membaca tulisan ini juga sudah menjadi tanah.

KPU Lampung baru menggelar Pilgub Lampung dengan sukses menurut versi mereka. Bawaslu juga baru saja melakukan pengawasan Pilgub dengan sukses menurut versi mereka. Uang negara jebol untuk menggelar Pilgub, lengkap dengan pernak-perniknya. Pernak-pernak Pilgub lumayan banyak: ada kampanye pilkada damai, ada sosialisasi ini-itu, ada kampanye anti-politik uang, ada debat publik. Penyelenggara aneka kampanye dan sosialisasi berganti-ganti.Intinya sama saja: agar Pilgub berlangsung damai, tanpa kecurangan, tanpa politik uang.

Untuk menyelenggarakan Pilgub, uang bermiliar-miliar habis. Kita tidak pernah mendapatkan laporannya untuk apa saja uang itu dan benarkah benar-benar habis.

Pilgub selesai digelar, pemenang Pilgub sudah ditetapkan, anggap saja tidak ada masalah. Begitulah proses itu berulang, dari 2014 ke 2018. Mungkin akan berulang pada 2024, 2029, 2034, 2039, 2044, 2049… terus sampai kiamat.

Semua bisa berlangsung lus mulus karena rakyat Lampung baik hati, tidak suka protes, senang mengalah, “nrimo”, dan suka dengan “ah, peduli amat itu bukan urusan saya.”

****

Tahun depan, 2019, Pemilu Legislatif  akan digelar. Tidak akan ada Emak Hantu, seperti dalam mimpi saya, yang bergentayangan untuk menyebar uang dan membagi-bagikannya kepada calon pemilih.

Meskipun begitu,  hantu-hantu kecil tetap akan bergentayangan merayu rakyat dengan aneka slogan. Sebab itu, para caleg harus hati-hati. Jangan sampai mereka kilar-kilir ke kampung-kampung sambil membawa mobil berisi penuh uang tunai. Selain akan dikira hantu, mereka bisa jadi korban begal.***

 

Loading...