Beranda Politik Pilkada di Tengah Pandemi Dinilai Bahayakan Masyarakat

Pilkada di Tengah Pandemi Dinilai Bahayakan Masyarakat

167
BERBAGI
Sekretaris Netfid Lampung, Erzal Syahreza Aswir
Sekretaris Netfid Lampung, Erzal Syahreza Aswir

TERASLAMPUNG.COM– Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Lampung meminta pemerintah tidak terlalu tergesa-gesa menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) selama masa pandemi belum berakhir. Permintaan itu disampaikan Netfid terkait keputusan pemerintah yang akan menggelar pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.

“Selama ini penggunaan teknologi dalam penyelenggaraan pilkada di Indonesia masih minim. Pelaksanaan pilkada masih banyak dilakukan secara manual. Hal tersebut membuat penyelenggaraan pilkada dengan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 susah diterapkan. Potensi penyebaran Covid-19 pada tahapan dan pelaksanaan pilkada sangat besar, ini sangat berbahaya,” kata Sekretaris Netfid Lampung, Erzal Syahreza Aswir, dalam rilisnya, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, sarana-prasarana rekrutmen PPK/PPS secara online juga masih minim fasilitas. Minimnya fasilitas yang ada bakal membuat kerumunan massa saat pilkada.

“Memilih harus datang ke TPS, nggak ada yang tahu Covid-19 ada atau tifak di TPS tersebut,” ujar alumni Universitas Lampung ini.

Selain itu, rancangan  PKPU Pilkada pada masa bencana non-alam, KPU telah mengatur mekanisme pemilihan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan larangan berkumpul.

“Fasilitas alat pelindung diri (APD) bagi petugas dan pemilih bakal menjadi masalah serius,” kata Erzal.

Loading...