Beranda News Pilkada Serentak Pilkada Lamteng: Dugaan ‘Money Politic’ Secara TSM, Nessy-Imam Mengadu ke MK

Pilkada Lamteng: Dugaan ‘Money Politic’ Secara TSM, Nessy-Imam Mengadu ke MK

2595
BERBAGI
Nessy Kalviya sosialisasi antipolitik uang di Terbanggi Besar.

TERASLAMPUNG.COM–Tim advokasi calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah nomor 3, Nessy Kalviya- Imam Suhadi telah mendaftarkan Permohonan Perselisihan Hasil Penghitungan (PHP) ke Mahkamah Konstitusi RI terkait Hasil Penghitungan Suara pada Pilkada Kabupaten Lamteng, Rabu malam (16/12/2020).

Permohonan disampaikan tim Nessy-Imam karena diduga adanya pelanggaran berupa politik uang (money politics) secara terstruktur, sistematis,dan masif (TSF).

Ketua tim advokasi, Nessy – Imam, Muhammad Yunus mengatakan berdasarkan UU Pilkada memang syarat formil untuk  mengajukan gugatan adalah adanya selisih 0’5 – 2%.

“Namun, kata Yunus, karena hasil Pilkada Lamteng sedang dalam proses laporan Bawaslu terkait pelanggaran money politic yang bersifat TSM, maka permohonan sengketa di MK juga mendalilkan ada money politik yang bersifat TSM yang sangat memengaruhi hasil penghitungan suara pada Pilkada Lamteng,” katanya, Kamis (17/12/2020).

Menurut Yunus pendaftaran ke MK dilakukan secara online pada Rabu malam (16/12/20).
“Proses penyusunan permohonan secara langsung diasistensi oleh Taufik Basari (Ketua DPW Nasdem Lampung/Komisi II DPR RI) dan Aan Marpaung (BAHU DPP Partai Nasdem),” kata Yunus.
Menurut Yunus,  upaya hukum tersebut  bukan karena Nessy-Imam tidak legawa dengan hasil penghitungan suara Pilkada Lampung.
“Upaya hukum kami tempuh sebagai ikhtiar untuk menjaga mutu Pilkada dan membangun iklim demokrasi yang sehat di Lampung Tengah,” katanya.
Dandy Ibrahim