Pilkades Serentak, Anggota Dewan Diduga Intimidasi Warga Desa

Bagikan/Suka/Tweet:
Jumari, korban pengancaman yang dilakukan oknum DPRD Lampung Utara 

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Tindakan intimidasi terhadap warga menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Lampung Utara yang akan digelar serentak pada 19 November mulai terjadi.

Tak tanggung – tanggung, dugaan adanya intimidasi ini dilakukan oleh oknum DPRD Lampung Utara dari Partai Golkar, Haspawi Sabirin,. Haspawi diduga melakukan intimidasi dengan  rekannya, Taruna, di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Rabu (18/11) sekitar pukul 01:30 WIB. Korban dugaan pengancaman ini ialah Jumari bin Yahri (32). Kuat dugaan, intimidasi ini terkait dengan pencalonan anaknya Haspawi yang akan bertarung dalam Pilkades di Desa Sukadana Ilir.

Lantaran merasa trauma dan keselamatan dirinya dan  keluarganya terancam, korban akhirnya melaporkan tindakan pengancaman ini kepada Polsek Sungkai Selatan dengan nomor :LP/166/XI/2015/Polda Lampung/Res Lamut Sek Kai Sel pada hari ini juga.

Jumari menceritakan, kejadian pengancaman ini bermula saat kediamannya yang berada di RK 03//RT 03, Desa Sukadana Ilir didatangi oleh Haspawi dan Taruna pada Rabu (18/11) sekitar pukul 01:30 WIB. Saat itu, ia dan keluarganya sedang tertidur lelap. Meski dalam keadaan setengah mengantuk, korban dan istrinya, Istiqomah (42) kemudian mempersilakan keduanya untuk masuk ke dalam rumahnya.

Gelagat tak baik mulai terlihat saat korban menghidupkan lampu rumahnya yang kebetulan saat itu telah dimatikan. Dengan tegas, oknum Legislator itu memerintahkan korban untuk kembali mematikan penerangan rumah korban. Untuk menghormati tamunya, korban kemudian memenuhi permintaan pelaku dan menemani pelaku di ruang tamu rumahnya meski dalam keadaan gelap. Sejurus kemudian, tak dinyana, Haspawi mengeluarkan perkataan yang berbau pengancaman kepadanya.

“Pokoknya, mulai malam ini, kamu pergi dari rumah ini. Jangan pulang kalau enggak hari Jum’at. Pokoknya pergi kamu!!!” ancam Haspawi sembari mencengkeram kerah baju korban dan memegang asbak yang ada di meja untuk dipukulkan kepada korban.

Merasa jiwanya terancam, korban lantas mencoba menahan tangan Haspawi agar tak dapat memukulkan asbak yang ada ditangannya ke arah kepala korban. Tak hanya itu, korban pun sempat berinisiatif melarikan diri. Namun, saat akan lari ke luar rumah, korban dihadang di depan pintu oleh Taruna, pelaku lainnya. Taruna kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan mengancam korban agar tak kabur.

“Duduk kamu. Kalau enggak, saya bunuh kamu,” ancam Taruna dengan Badik masih di tangan.

Melihat keselamatan suami tercintanya terancam, Istri korban pun secara diam – diam ke luar melalui pintu belakang untuk meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung tak lama kemudian, Istiqomah berhasil membujuk warga mendatangi rumahnya untuk menolong suaminya yang terancam keselamatannya akibat ulah kedua pelaku.

“Setelah banyak warga yang datang ke rumah, mereka berdua langsung pergi dari rumah,” tutur istri korban.

Keduanya berharap, pihak Kepolisian mau menindaklanjuti laporan mereka mengingat keselamatan mereka terancam akibat ulah kedua pelaku.

“Kami harap, laporan ini dapat ditindaklanjuti,” kata keduanya secara berbarengan.‎

Teraslampung,com sudah berusaha mengonfirmasi dugaan pengancaman itu kepada Haspawi Sabirin. Namun, telepon genggam Haspawi tidak aktif. Pesan pendek permintaan konfirmasi juga tidak dibalas oleh Haspawi.