Pilkades Serentak di Lampura Kekurangan Kotak Suara, Ini Solusinya

Bupati Budi Utomo memantau pelaksanaan Pilkades serentak yang digelar di Desa ‎Kalibalangan, Abung Selatan, Rabu (8/12/2021)
Bupati Budi Utomo memantau pelaksanaan Pilkades serentak yang digelar di Desa ‎Kalibalangan, Abung Selatan, Rabu (8/12/2021)
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Lantaran setiap desa hanya memperoleh satu kotak suara, sejumlah panitia Pemilihan Kepala Desa serentak Lampung Utara terpaksa harus memutar otak untuk mengatasi kekurangan kotak suara jika memang dirasa kurang.

Salah satunya dengan meminjam logistik milik KPU Lampung Utara. Inilah yang menyebabkan bilik maupun kotak suara KPU Lampung Utara banyak terlihat dalam Pilkades kali ini.

Pilkades serentak yang diikuti oleh 141 desa Lampung Utara ‎sendiri dilaksanakan pada hari ini (8/12/2021). Hasil pemungutan suara Pilkades diperkirakan dapat diketahui pada sore atau malam hari ini.‎

“Setiap desa hanya memperoleh satu unit kotak suara dalam Pilkades ini,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lampung Utara, Abdurahman, Rabu (8/12/2021).

Ia mengatakan, total kotak suara yang dipersiapkan sesuai dengan jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades, yakni 141 desa. Jika kotak suara yang tersedia dirasa tidak m‎encukupi, para panitia pemilihan Pilkades dipersilakan untuk melengkapinya sesuai dengan kemampuannya masing – masing.

“Kalau di desanya ada beberapa tempat pemungutan suara, tentu kotak suaranya enggak cukup. Panitia Pilkades boleh meminjam atau menyewa ke pihak lain,” kata dia.

Menurut Abdurahman, biaya pengadaan kotak suara ‎dalam Pilkades kali ini mencapai sekitar Rp70-an juta, sedangkan nilai pengadaan surat suara dan undangan pemilih mencapai Rp644-an juta.

“Untuk pengadaan kotak suara menggunakan sistem pengadaan langsung, sementara pengadaan surat suara dan undangan menggunakan sistem lelang,” terangnya.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Lampung Utara, Ismirham Adi Saputra, logistik Pilkades yang dipersiapkan oleh ‎mereka hanya berupa kotak suara, surat suara, dan undangan pemilih. Untuk bilik suara atau kekurangan kotak suara, panitia Pilkades diperbolehkan untuk mengupayakannya sendiri – sendiri.

“‎Boleh pinjam atau sewa jika memang kurang atau enggak ada. Yang enggak boleh itu kalau hasil minjam, tapi dilaporannya dibuat hasil sewa,” tegas dia.
(*)