Pilpres 2014: Tiga Organisasi Pendiri Golkar Dukung Jokowi-JK

  • Bagikan

R. Usman, Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Joko Widodo-Jusuf Kalla

JAKARTA –  Eksponen tiga ormas pendiri Partai Golkar, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), dan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 (Kosgoro57), Minggu (8/6) memberikan dukungan kepada capres-cawapres nomor urut 2, Jokowi-JK. Deklarasi tersebut dihadiri cawapre Jusuf Kalla, mantan Menteri Hukum dan Ham Andi Matalata, mantan Sekjen Golkar Letnan Jenderal Purnawirawan Sumarsono, dan sejumlah tokoh  tiga eksponen tersebut.

Koordinator eksponen Tri Karya Golkar Zainal Bintang membacakan tiga poin deklarasi di hadapan pasangan nomor urut 2, yang diwakilkan cawapres Jusuf Kalla.

”Pertama menyatakan Jokowi-Jk sebagai capres dan cawapres Republik Indonesia 2014. Kedua, menyatakan akan bahu membahu memperjuangkan kemenangan pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Ketiga, memanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar membukakan pintu rahmatnya untuk keduanya menjadi presiden dan wakil presiden indonesia,” kata Zainal Bintang saat membacakan deklarasi dukungan, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (8/6).

Tokoh pendiri Golkar, Suhardiman yang tadinya direncanakan datang akhirnya tidak dapat menghadiri acara tersebut karena masalah kesehatan. Suhardiman termasuk tokoh Golkar yang sejak awal tidak sepakat dengan langkah-langkah ketua umum DPP Partai Golkar mencalonkan diri sebagai capres. Tokoh yang pada zaman Orde Baru sering disebut wartawan sebagai ‘paranormal politik’ –karena ketepatannya memprediksi kejadian-kejadian penting dalam politik—itu juga tidak mau Soksi diajak mendukung Prabowo-Hatta Rajasa.

Pada kesempatan iy Jusuf Kalla mengungkapkan rasa terima kasihnya dan mengatakan bahwa dukungan itu menunjukkan para tokoh tiga ormas pendiri Golkar itu masih sehat.

“Pilpres memilih figur, tidak lagi memilih partai seperti pada pemili legislatif. Kalau teman-teman Golkar memilih mantan ketua umumnya atau salah satu kadernya, itu namanya waras,” kata Kalla.

JK buru-buru mengklarifikasi pernyataannya,””Tapi kader yang tidak mendukung kami bukan berarti tidak waras. Yang lain bukannya tidak waras, itu namanya taat. Tapi taat juga jangan bertentangan dengan hati nurani,” katanya.

  • Bagikan