Pilwabup Lampung Utara, Bupati Budi Utomo Mendua?

  • Bagikan
Bupati Lampung Utara, Budi Utomo
Bupati Lampung Utara, Budi Utomo

Feaby Handana | Teraslampung.com

‎Setelah enam bulan lamanya, Peraturan Tata Tertib DPRD Lampung Utara tentang Pemilihan Wakil Bupati Lampung Utara akhirnya disahkan pada akhir ‎September lalu. Kabar ini tentu merupakan kabar yang cukup dinanti publik yang mendukung rencana tersebut.

Mereka yang awalnya meragukan Pilwabup dapat terlaksana mulai meyakini jika Pilwabup bukanlah sebatas mimpi. Keraguannya mereka akhirnya tergerus usai pengesahan tata tertib tersebut. Keraguan mereka sendiri lahir dari kegelisahan mereka selama nyaris satu tahun terakhir.

Ya, nyaris satu tahun lamanya mereka dijejali dengan kabar Pilwabup. Kabar yang tak pernah diiringi dengan kejelasan mengenai pelaksanaan pemilihannya. Kini, setelah keraguan itu berubah menjadi keyakinan, mereka pun mulai ramai mengra – ngira ‎siapa sosok yang akan mendampingi Bupati Budi Utomo.‎

‎Sayangnya, keyakinan yang baru seumur jagung itu terpaksa kembali ke titik nadir. Mereka mulai kembali sadar ternyata rencana Pilwabup tak ubahnya hanyalah sebuah fatamorgana belaka. ‎Persoalannya ternyata masih berkutat di hal yang sama, yakni mengenai calon wakil bupati.

Kalau mau jujur, mandeknya persoalan ini tak lepas dari andil Budi Utomo sendiri. Orang nomor satu di Lampung Utara ini berulang kali menunjukkan kesan sikap mendua. Kadang terlihat antusias, tapi juga tak jarang terlihat tak berminat. Akibatnya, tencana pemilihan terus berjalan di tempat.

Kesan ketidakseriusan itu terbaca dengan jelas belakangan ini. Surat pemberitahuan resmi kepada partai politik pengusung seputar pengesahan dasar hukum Pilwabup hingga kini masih belum dikirimkan. Padahal, surat itu cukup dinanti oleh koalisi partai politiknya untuk memulai proses Pilwabup.

Ketidakjelasan pelaksanaan Pilwabup ini jugalah yang membuat Imam Syuhada menarik diri dari kontestasi Pilwabup. Keputusan Ketua Partai Nasdem Lampung Utara dilatarbelakangi niat yang tulus supaya ‎pelaksanaan pemilihan dapat segera terlaksana. Ia tak ingin keberadaannya malah akan mempersulit ruang gerak Budi Utomo dalam menentukan pilihan.

‎Kesan sikap mendua Budi Utomo‎ ini mau tak mau membuat publik mulai berpikir jika jangan – jangan orang nomor satu di Lampung Utara itu memang telah nyaman sendiri. Kenyamanan yang terlalu mewah untuk dibagi meski secara tegas diatur oleh Undang – Undang.

Sikap mendua itu mungkin saja didapat oleh yang bersangkutan dari pengalaman ketidakharmonisan antara kepala daerah dan wakilnya yang kerap didengarnya. Bahkan, pengalaman pahit itu disaksikannya langsung semasa ia masih menjadi bawahan ‎Agung Ilmu Mangkunegara.

Kala itu, Agung Ilmu Mangkunegara ‎kerap terlihat tidak akur dengan Wakil Bupati Sri Widodo. Sri Widodo sendiri merupakan pilihan Agung Ilmu Mangkunegara setelah Wakil Bupati terpilih Paryadi meninggal dunia. Puncak dari cerita ini pun telah diketahui bersama. Sri Widodo akhirnya terjungkal dari posisinya sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara sehari lebih cepat dari yang diharuskan.

Kendati demikian, publik pun tak boleh sepenuhnya putus asa dengan Bupati Budi Utomo. Prasangka buruk layak dihilangkan. Mandeknya persoalan ini mungkin karena fokus utama Budi Utomo memang belum mengarah ke sana. ‎Masih ada kepentingan yang lebih besar yang harus segera diselesaikannya. Selain itu, yang bersangkutan juga tentu tidak ingin diingat selamanya oleh publik sebagai pemimpin yang pelit. Pelit untuk berbagi kekuasaan yang memang diperbolehkan oleh aturan.

  • Bagikan