Beranda Politik Pilwakot Bandarlampung 2020, Bawaslu Gelar Rakor Stakeholder

Pilwakot Bandarlampung 2020, Bawaslu Gelar Rakor Stakeholder

229
BERBAGI
Rakor Stakeholder Bawaslu Bandarlampung, Senin, 25 November 2019.
Rakor Stakeholder Bawaslu Bandarlampung, Senin, 25 November 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandarlampung menggelar rapat koordinasi (rakor) stakeholder persiapan pengawasan pemilihan walikota dan wakil walikota Bandarlampung 2020, di Hotel Arnes , Senin (25/11/2019).

Selain Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Chandrawansyah dan para anggota Bawaslu Kota Bandarlampung, rakor juga dihadiri anggota Bawaslu Lampung,  Tahmri, organisasi pemuda, ormas keamanan, ormas, dan jurnalis.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Chandrawansyah mengatakan rakor  pemantapan kesiapan pengawasan Pilwakot tersebut untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pengawas pemilu.

“JUga untuk memperkuat koordinasi kelembagaan bersama stakeholders, jajaran organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi dan media masa,” kata Chandrawansyah.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Divisi Hukum, Tahmri mengatakan, untuk melakukan pengawasan pemilu, Bawaslu memerlukan bantuan dan partisipasi masyarakat.

“Masyarakat turut ikut melakukan pengawasan untuk mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil. Personel Bawaslu terbatas, maka dari itu kita perlu bantuan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Bila ada dugaan money politik, pelanggaran administrasi, netralitas ASN dan sebagainya, maka segera lapor kepada Bawaslu,” katanya.

Sementara itu anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung Divisi Pencegahan dan Penindakan Pelanggaran, Yahnu Wiguno Sanyoto,  mengatakan  langkah awal untuk melakukan pengawasan adalah upaya pencegahan.

“Oleh sebab itu kita melakukan rapat koordinasi ini untuk terus bersinergi,” katanya.

Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung Divisi Hukum, Yusni Ilham menjelaskan ada dua hal penting yang perlu diawasi yakni tingkat partisipasi masyarakat dan potensi politik uang. Oleh sebab itu pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama melakukan pengawasan.

Mas Alina Arifin

Loading...