Pilwakot Bandarlampung, 40 Ulama-Tokoh Ingatkan Pentingnya Gerakan Antipolitik Uang

  • Bagikan
ilustrasi pilkada 2020/suara.com

TERASLAMPUNG.COM–Menjelang Pilkada Kota Bandarlampung 9 Desember 2020, puluhan ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menyampaikan imbauan pentingnya gerakan antipolitik uang, antipolitik SARA, dan anti-hoaks.

Dalam imbauannya, para ulama dan tokoh itu menyatakan gerakan itu penting agar bisa melahirkan kepemimpinan yang memenuhi pijakan Tassarruf al- Imam ‘ala al-Ra’iyyah Manutun bi al-Maslahah.

Menurut para ulama dan tokoh dari Kelurga Besar Nahdliyin Bandarlampung itu, Pilwakot Bandarlampung sebagai instrumen demokrasi harus benar-benar dilangsungkan secara berkualitas, jujur, adil dan bertanggungjawab.

“Rakyat sebagai pemilik suara harus menentukan pilihannya berdasarkan bimbingan hati nurani dan akal sehat. Tidak boleh ada pihak manapun yang akan merusak suara rakyat dengan cara intimidasi maupun pemberian suap baik berupa sembako maupun uang (money politik), maupun iming-iming janji,” kata para ulama dan tokoh melalui keterangan tertulisnya, Minggu (29/11/2020).

“Oleh karenanya kami para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengambil bagian dalam gerakan rakyat menolak politik uang, politik SARA, dan Hoax di Kota Bandar Lampung dalam menghadapi pilwakot 9 Desember 2020, dan mengajak seluruh warga Bandar Lampung agar berani menolak politik uang yang berimplikasi pada rusaknya demokrasi dan melanggar hukum serta menabrak keyakinan seluruh agama dan demi pertaruhan masa depan kota Bandar Lampung.”

Imbaun tersebut diinisasi 40 ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Lampung. Antara lain  KH. A. Badruzaman, Ismail Sholeh, SAg, KH. Hafiduddin Hanif 22. Rudi Irawan, SAg, MPd,  Drs. KH. Basyaruddin Maisir, H. Muhammad,  KH. Ihya Ulumuddin, H. Dadang Ruhiyat, KH. Izuddin Abdus Salam 25. Drs. Wahli ,  H. Muhammad Irfandi, H. Zaenal Abidin,  K.H. Irmansyah,  Samudi.

Kemudian  Dr. KH. Amiruddin, KH. Rahmat Hidayat, Yudi Yusnadi, SH, Kusaeri, SAg, SH, MH, Drs. KH. Agus Syaeful Islam, Ustaz Abdurahman Fatur, KH. Hasan Hidayat, Kyai. Saprudin, SAg , Kyai Sujud Suhada, Kyai  Suryadi , KH. Sukmaja, Dr. Kyai. Mualimin, SE , Hi. Sadang ,  Ustaz Haekal (Panjang), Hi. Maswi, Suheri M.Pd (TBB), Abdul Azis, SH, SPd.I, M.Pd.I, Abdul Manan, Kyai Khabibul Muttaqin, Kardono, H. Abdul Karim, Ustaz Khaidir Kurniawan, Sudibyo Putra, Ustaz Ahmad Sunarto, H. Aenul Wafa, dan Muhamad Irsan.

Ke-40 tokoh NU Kota Bandarlampung itu mengajak seluruh warga Bandarlampung agar berani menolak politik uang yang berimplikasi pada rusaknya demokrasi dan melanggar hukum serta menabrak keyakinan seluruh agama dan demi pertaruhan masa depan Lota Bandarlampung.

Sementara itu, Ketua im KBNU Kota Bandarlampung H.M. Irpandi mengajak warga NU lebih merapatkna barisan dan meningkatkan antisipasi serangan politik uang.

“Pantau, intai, endus, rekam, tangkap dan laporkan 10 hari menuju pilwakot yang demokratis,” tegas Irpandi.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan