Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pindah ke Pemprov Lampung, Upaya Samsir Dapat Jabatan “Dikunci” Agung

Pindah ke Pemprov Lampung, Upaya Samsir Dapat Jabatan “Dikunci” Agung

1952
BERBAGI
Mantan Sekkab Lampura, Samsir menunjukkan surat pindah.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Meskipun pindah ke Pemprov Lampung, mantan Sekda Kabupaten Lampung Utara Samsir tidak otomatis punya jabatan baru. Langkahnya untuk mendapatkan jabatan di salah satu SKPD Pemprov Lampung seakan “dikunci” Bupati Agung Ilmu Mangkunegara karena tidak mendapatkan surat izin untuk mengikuti job fit (uji kesesuaian) di Pemprov Lampung.

Di BKD Lampung Samsir hanya staf biasa. Keinginannya untuk ikut job fit di Pemprov Lampung agar bisa menempati salah satu jabatan di SKPD terganjal tidak adanya izin dari Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Hengkangnya Samsir dari Lampung Utara menguatkan dugaan ‘ketidakharmonisan’ hubungan Samsir dengan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Samsir mengaku Bupati Agung tidak mau memberikan persetujuan kepadanya untuk mengikuti job fit (uji kesesuaian) di Pemerintah Provinsi Lampung. Padahal, kata dia, saat itu Gubernur Lampung telah mengirimkan surat kepada Bupati Agung untuk mengizinkannya mengikuti lelang tersebut.

“Gubernur Lampung sudah mengirimkan surat kepada beliau (Bupati Agung,red) untuk mengizinkan saya supaya dapat mengikuti job fit. Sayangnya, mungkin karena beliau masih membutuhkan saya, beliau tidak mengeluarkan rekomendasi untuk itu,” tutur Samsir, Jumat (19/10/2018).

Padahal, menurut Samsir, keikutsertaannya dalam job fit merupakan hal yang wajib sebelum ia memimpin salah satu instansi yang telah dijanjikan oleh Gubernur Lampung.

Kala itu, Gubernur Lampung menyatakan akan mempercayakan padanya untuk memimpin salah satu instansi di Pemprov Lampung.

“Karena rekomendasi tidak turun dan waktu pelaksanaan job fit telah lewat akhirnya saya menghadap ke Pemprov Lampung ‎dan memutuskan untuk tetap pindah saja (meski tanpa jabatan)” kata dia.

‎Meski telah resmi tercatat sebagai pegawai BKD di Pemprov Lampung sejak 17 Oktober dan akan segera meninggalkan Lampung Utara, Samsir mengaku belum pamitan kepada Bupati Agung. Alasannya karena Bupati Agung diketahui sedang berada di pulau Bali.

“Memang saya belum sempat pamit karena beliau kan di Bali. Mungkin nanti usai beliau pulang dari Bali,” terang Samsir.

Kendati secara tersirat pernyataannya menjelaskan adanya ‘gesekan’ antara ia dan Bupati Agung,‎ Samsir menegaskan bahwa hubungannya dengan mantan pimpinannya itu baik – baik saja selama ini alias selalu akur. Kepindahannya ke Pemerintah Provins Lampung hanya karena pertimbangan keluarga dan faktor usia.

“Kondisi tubuh sudah tidak kuat lagi ditambah sudah hampir 15 tahun ini saya bekerja jauh dari keluarga,” katanya.

Samsir juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Agung dan jajarannya serta seluruh tokoh adat/masyarakat yang telah membantunya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya selama 4,5 tahun sebagai Sekkab.

“Saya juga memohon maaf kepada seluruh pihak apabila selama saya bekerja terdapat kesalahan dan ketidaksempurnaan‎. Terima kasih atas kerja sama, pengalaman, dan ilmu yang saya dapat selama ini di Lampung Utara,” tutur dia.‎

‎Kabar ketidakharmonisan antara Samsir dengan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara mulai kencang berhembus seusai Bupati Agung Ilmu Mangkunegara masuk kerja usai cuti kampanye. Desas – desus yang beredar, ketidakharmonisan ini berawal dari sikap Samsir yang cenderung mendukung kebijakan Sri Widodo khususnya mengenai rolling pejabat yang belakangan ‘dianulir’ oleh Kementerian Dalam Negeri.

Loading...