Beranda Pendidikan Kampus PKD Mapala Lampung Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Lamsel

PKD Mapala Lampung Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Lamsel

585
BERBAGI
PKD Mapala Lampung menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Lamsel.

TERASLAMPUNG.COM — Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Lampung menyalurkan bantuan untuk korban banjir Kalianda, Lampung Selatan, Selasa, 10 April 2018.

kata ketua PKD Mapala Lampung 2018, Wahyu Izhan Fatur Riadi, utusan dari

“Ini kelanjutan dari aksi Galang dana yang dilaksanakan oleh kawan-kawan Mapala Lampung yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya,” kata kata ketua Pusat Koordinasi Daerah (PKD) PKD Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Mapala) Lampung 2018, Wahyu Izhan Fatur Riadi.

Mahasiswa Raden Intan Pecinta Alam (Maharipal) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung itu mengatakan, pada kegiatan ini  PKD Mapala Lampung  menyalurkan uang tunai sebesar Rp 16.800.000 kepada korban banjir di tempat terpisah, yang didampingi pihak kepala desa, tokoh masyarakat dan satpol PP setempat.

“Kami (PKD) menyalurkan dana tersebut kepada warga secara terpisah di beberapa kampung disana. Kami berikan kepada warga yang rumahnya rusak parah, dan kepada keluarga korban jiwa disana. Kami didampingi kepala desa, tokoh masyarakat dan satpol PP setempat,” kata mahasiswa yang akrab disapa Uttah itu.

Menurut Uttah, banjir di Lamsel menelan satu korban jiwa dan 10 rumah rusak.

Kegiatan yang dilakukan Mapala dari berbagai perguruan tunggi di Lampung ini disambut gembira oleh warga penerima bantuan.

Amir Hamzah, warga Desa Candi Girang,  mengaku senang terhadap kegiatan amal ini.

” Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada adik-adik ini atas bantuannya. Saya senang sekali dan uang ini akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Pria paro baya ini juga ingin pemerintah membuatkannya rumah untuk ditinggali bersama keluarganya.

“Saya harap pemerintah mau membuatkan kami tempat tinggal. Tetapi saya tidak mau kalau di situ lagi,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Amir, kepala desa setempat.

“Alhamdulilah, adik-adik ini datang untuk membantu mengurangi beban salah satu warga saya. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Pada akhir kegiatan, salah satu tokoh masyarakat yang mendampingi Uttah dan kawan-kawan, Odi, juga mengapresiasi kelompok pencinta alam ini.

“Saya sangat senang melihatnya, anak-anak muda yang sangat peduli terhadap sesama. Mereka sengaja datang jauh-jauh dari Bandar Lampung untuk membantu sesama yang terkena musibah. Dengan penuh rasa bangga saya dapat mendampingi mereka,” kata Odi.

Uttah berharap bantuan ini  dapat mengurangi beban bagi warga korban banjir.

“Banjir itu kan bencana yang sulit diprediksi. Apalagi sudah puluhan tahun lamanya kejadian terakhir sebelum ini. Saya  berharap semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat menjadikan ini sebagai pelajaran berharga. Kejadian serupa masih bisa dicegah. Mulai dari hal-hal kecil, seperti lebih menjaga kebersihan sungai dan membuang sampah pada tempatnya. Bila hal itu dilakukan secara konsisten, saya yakin kejadian serupa tidak akan terjadi, atau setidak-tidaknya tidak separah ini. Sebab, sebaik-baiknya mencegah adalah memelihara,” katanya.

TL/rl

Loading...