Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara PKL Pasar Dekon Kotabumi Kembali Ditata

PKL Pasar Dekon Kotabumi Kembali Ditata

258
BERBAGI
Tarup -tarup yang diberikan secara gratis bagi para PKL di Jalan Triodeso yang berada dalam kawasan Pasar Dekon, Kotabumi.
Tarup -tarup yang diberikan secara gratis bagi para PKL di Jalan Triodeso yang berada dalam kawasan Pasar Dekon, Kotabumi.

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Untuk mempercantik wajah perkotaan, Dinas Pengelolaan Pasar Lampung Utara kembali menata tempat berdagang para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Dekon, Kotabumi, Rabu (2/12/2015).

Kali ini penataan tersebut dilakukan pada PKL yang membuka lapak dagang di sepanjang jalan Triodeso yang berada di pusat pasar Dekon. Para pedagang tersebut diberikan tarup berwarna putih berukuran 2×2 meter untuk menjajakan dagangannya di lokasi tersebut.

“Kami sengaja memberikan tarup secara gratis kepada para pedagang di jalan itu agar kesan semrawut yang selama ini melekat pada pasar Dekon perlahan dapat dihilangkan. Dengan berjualan dalam tarup, para PKL akan terlihat lebih tertata dan dapat mempercantik wajah pasar,” kata Kepala Dinas Pengeolaan Pasar, Syahrudin Putra, Rabu (2/12).

Menurut Syahrudin, total tarup yang diberikan secara cuma – cuma itu sesuai dengan jumlah PKL yang berjualan di sepanjang jalan tersebut yakni berjumlah 96 tarup. Warna tarup pun sengaja dipilih warna putih agar lebih enak dipandang oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, penataan ini berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Semua ini berkat kesadaran tinggi dari semua pihak yang terlibat khususnya para PKL,” tutur bapak dua putra itu.

Syahrudin menambahkan, jika memang penyediaan tarup gratis bagi para pedagang ini berjalan sukses dan diterima oleh para PKL, maka tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memberlakukan kebijakan yang sama pada para PKL lainnya. Kendati demikian, hal tersebut harus terlebih dahulu melihat kemampuan anggaran daerah.

“Kalau memang program ini sukses, tak menutup kemungkinan kami akan hal yang sama bagi PKL lainnya. Tapi, tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Mantan aktivis mahasiswa itu juga mengimbau kepada para PKL untuk tetap berjualan pada tarup – tarup yang telah disediakan dan tak lagi berjualan di luar tarup yang ada. Karena selain akan lebih mengganggu aktivitas jalan raya, aktivitas dagang di luar tarup dapat membuat wajah kota semakin semrawut.

“Kami akui mereka yang berjualan pada bahu jalan itu tak sesuai aturan, namun kami juga harus memikirkan sisi kemanusiaannya dan tak serta merta mengusir mereka tanpa menyediakan tempat yang baru. Tapi, perlahan, kami akan upayakan merelokasi mereka ke tempat yang baru dan yang lebih strategis,” papar dia.

Loading...