Beranda Teras Berita PKS Hentikan Publikasi ‘Real Count’ yang Menangkan Prabowo-Hatta

PKS Hentikan Publikasi ‘Real Count’ yang Menangkan Prabowo-Hatta

183
BERBAGI

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

JAKARTA –Setelah sempat gencar mempublikasikan hasil penghitungan suara riil (real count) Pilpres 2014 yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menghentikan publikasi, Minggu (13/7). Menurut Sekretaris Jenderal DPP PKS Taufik Ridho, penghentian publikasi dilakukan karena ada imbauan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Kami taat aturan. Publikasi real count sudah kami hentikan,” kata Taufik Ridho, Minggu (13/7).

Meski sudah dihentikan, Taufik mengaku pihaknya masih terus melanjutkan proses pengumpulan data C1 dari TPS. Data itu akan dipakai sebagai pembanding jika ada indikasi kecurangan pada proses rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum.

Untuk diketahui, PKS memamerkan perhitungan real count yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sementara ini, mereka merilis angka 52,3 persen untuk Prabowo Hatta dan 47,7 persen untuk Jokowi–JK.

Pada Jumat lalu (11/7), KPI meminta lembaga penyiaran untuk menghentikan penayangan hasil hitung cepat pilpres hingga Komisi Pemilihan Umum melakukan publikasi atas rekapitulasi suara sah nasional pada 22 Juli 2014. Namun, hingga Minggu (13/7) beberapa stasiun tv masih tampak menayangkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga.

Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, mengatakan selain hasil hitung cepat dan hitung riiil, pihaknya juga mengimbau pelbaga pihak tidak mempublikasikan klaim kemenangan dan ucapan selamat sepihak kepada capres  hingga adaya keputusan KPU tentang hasil riil Pilpres yang akan disampai 22 Juli 2014 mendatang.

“Pengumuman hasil hitung cepat secara terus-menerus, bahkan klaim kemenangan dan ucapan selamat serta hasil hitung real count  di luar keputusan KPU, berpotensi meresahkan masyarakat. Bagaimana kalau ada masyarakat di satu daerah hanya bisa menyaksikan stasiun televisi tertentu karena kendala sinyal. Lalu, dia melihat pasangan tertentu dianggap menang, itu akan meresahkan,” kata Judhariksawan.

Sebelumnya, dalam publikasinya PKS menyimpulkan Prabowo-Hatta menang dengan dukungan suara 52,3 persen, sedangkan Jokowi-JK hanya 47,7 persen. Publikasi tersebut sempat menjadi topik utama di beberapa jejaring sosial karena datanya persis dengan data prediksi yang dilakukan PKS pada beberapa hari menjelang Pilpres digelar.

Loading...