Beranda Teras Berita Pleno KPU, Jokowi-JK Unggul 57,45 Persen di Lampung Timur

Pleno KPU, Jokowi-JK Unggul 57,45 Persen di Lampung Timur

198
BERBAGI

Mashuri Abdullah/Teraslampung.com

SUKADANA –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur (Lamtim) menggelar pleno penghitungan suara pemilu presiden tingkat Kabupaten Lamtim, Rabu (16/7).  Pleno yang berlangsung di aula KPU Lamtim, Sukadana, itu dipimpin langsung oleh Ketua KPU Lamtim, Samsul Arifin.

Dari hasil penghitungan suara di 24 kecamatan se-Lamtim, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil unggul dengan meraih 311.267 suara atau 57,45%.  Sementara saingannya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengantongi 230.528 suara atau 42,55%.  Jokowi-JK berhasil unggul di 19 kecamatan, sedangkan Prabowo-Hatta hanya unggul di 5 kecamatan, yakni Melinting, Matarambaru, Jabung, Gunung Pelindung, dan Batanghari Nuban.

Selain komisioner KPU Lamtim, juga hadir ketua Panwaslu M. Teguh dan jajaran muspida. Antara lain Kapolres AKBP A. Djoko Widiyanto, Kepala Kesbanglinmas Elwansyah, dan Perwakilan Kodim 0411 Lamteng G Manurung.

Ketua KPU Lamtim dalam pembukaannya mengucapkan terima kasih atas kinerja yang baik dari para penyelenggara pilpres, baik PPK, PPS, KPPS, serta panwas.  Samsul juga menyatakan apresiasinya kepada tim sukses masing-masing capres yang dapat menjaga suasana kondusif di Lamtim.

Monitoring KPU RI

Di sela-sela pleno penghitungan suara, Ketua KPU RI, Husni Kamil Malik, datang di KPU Lamtim dalam rangka monitoring.  Husni Kamil datang ditemani Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono.

Dalam penjelasannya Husni Kamil menyatakan rasa senangnya karena pilpres di Lampung relatif berjalan baik.  Menurutnya penghitungan suara di Lampung juga berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan KPU.

Sementara ketika disinggung mengenai hasil quick count yang ada perbedaan, dia menyatakan quick count merupakan hal yang legal dan diiatur undang-undang.  Meski demikian dia menyatakan lembaga yang melakukan hitung cepat, harus bisa mempertanggungjawabkan baik hasil maupun metodenya, sesuai aturan yang berlaku.

Ketua KPU juga berharap para pendukung pasangan capres/cawapres bisa menahan diri menunggu penghitungan resmi KPU yang dijadwalkan tanggal 21-22 Juli.  Namun, dia menilai wajar jika ada saling klaim kemenangan di kedua pasangan, tapi yang terpenting menurutnya tidak menimbulkan bentrok.

Loading...