Beranda News Pemilu 2019 Pleno Rekapitulasi Suara, KPU Lampung Dituding Anak-emaskan PKB

Pleno Rekapitulasi Suara, KPU Lampung Dituding Anak-emaskan PKB

435
BERBAGI
Firman Seponada, saksi PAN, saat menyampaikan keberatan pada pleno rekapitulasi suara yang digelar KPU Lampung, Kamis malam, 9 Mei 2019. (Foto: Harian Fokus)

TERASLAMPUNG.COM — Hujan interupsi sempat mewarnai rapat pleno KPU Lampung di Hotel Novotel Bandarlampung, Kamis malam (9/5/2019) malam. Sejumlah saksi parpol mengajukan protes  terkait hasil rekapitulasi. Ada juga saksi parpol yang protes karena merasa ada perlakuan khusus dari penyelenggara pemuky kepada salah satu parpol dalam mengkonfrontir temuan di lapangan.

Keberatan diawali dari saksi parpol PAN, Firman Sepoenada. Mantan komisioner KPU Lampung itu menilai waktu pleno seakan terbuang sia-sia hanya untuk mengurus satu parpol yakni PKB.

“Sebenarnya ada dua hal yang saya protes dari pleno ini. Pertama soal PKB, waktu terbuang untuk ngurusin PKB. Karena, saat PKB keberatan otomatis kan sidang berhenti. Saran saya, dibuat panel tersendiri atau ruang isolasi untuk memecah masalah, di situ ada juga forum besar semuanya jalan paralel,” ujar Firman saat dikonfirmasi usai pleno.

Selain itu, mantan Ketua AJI Bandarlampung ini juga menilai  penyelenggara terlihat lebih responsif saat ada keberatan dari saksi PKB.

“Kedua ada yang berbeda saat PKB begitu keberatan langsung direspon dan langsung membedah data sementara seperti PKS memiliki banyak dokumen malah dimentahin,” terang dia.

Demikian juga disampaikan saksi dari Hanura, Novelia Sanggem. Menurut dia, parpol lain terkesan seperti dianaktirikan oleh KPU.

“Saya sebenarnya bingung, ketika hasil pleno di tingkat bawah sudah diteken penyelenggara dan saksi parpol artinya tidak ada keberatan lagi. Jadi ada apa dengan hari kemarin dan hari ini? Semua parpol harus sama perlakukan tidak ada diskriminasi, ” ujarnya.

Keberatan juga datang dari Golkar, Garuda, Berkarya, dan PKS.

Sementara, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menanggapi bahwa respons yang diberikan kepada PKB hanya kebetulan saja karena memang baru pembahasan di PKB.

“Karena ini yang dipersoalkan, Bawaslu hanya menerima laporan beberapa parpol. Kebetulan yang diproses ini baru di Mesuji, Way Kanan, Pringsewu dan Metro adalah PKB. Besok parpol lain ada di Lamteng Demokrat, Lamtim persoalan Gerindra, dan masih banyak lainnya yang kita terima,” terang dia.

Edwin | Harian Fokus

Loading...