Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Plt Bupati Lampung Selatan Luncurkan Aplikasi Sedot WC

Plt Bupati Lampung Selatan Luncurkan Aplikasi Sedot WC

403
BERBAGI
Peresmian program Pansimas dan peluncuran aplikasi sedot WC di Lampung Selatan,
Peresmian program Pansimas dan peluncuran aplikasi sedot WC di Lampung Selatan,

TERASLAMPUNG.COM — Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meresmikan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsismas) III di i Lapangan Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Kamis (26/12/2109).

Peresmian program Pamsimas sekaligus peluncuran Aplikasi Sedot WC berbasis android bernama Sanitasi Layak dan Aman (Salaman).

“Program Pamsimas tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum memiliki akses sarana air bersih dengan baik. Saya berharap dapat dijadikan sebagai salah satu upaya percepatan akses pelayanan air minum, dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan umumnya, dan khususnya di Desa Bumi Daya Kecamatan Palas,” katanya.

Nanang juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak bersama masyarakat atas tercapainya predikat sebagai kabupaten Open Defecation Free (ODF) 100 %.

“Tanggal 7 Desember 2019 lalu, ini (ODF 100 %) sudah kita deklarasikan. Prestasi ini merupakan milik kita bersama dan patut kita lanjutkan ke tahapan sanitasi berikutnya, yaitu penyedotan tangka septik secara berkala 3 tahun sekali. Dan untuk memudahkan masyarakat, kita launching aplikasi Salaman pada hari ini,” kata Nanang.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, Yani Munawarti, melaporkan kegiatan Pamsimas berkelanjutan Tahun Anggaran 2018 telah dilaksanakan di 28 desa.

“Ada  4 desa yang di danai dari APBD sebesar Rp.980.000.000. Kemudian, 16 desa di danai dari APBN sebesar Rp.3.920.000.000, serta 8 desa yang merupakan desa stunting di danai dari APBN sebesar Rp.2.800.000.000,” kata dia.

Menurut Yani, pada 2019  ada 28 desa yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp.4.900.000.000, dana APBD sebesar Rp.1.960.000.000, dan melalui dana desa sebesar 10 %.

“Pelaksanaanya sedang berjalan, dan insya Allah semua akan dirasakan manfaatanya oleh masyarakat. Serta untuk tahun 2020 sudah diusulkan 34 desa dan tinggal menunggu ditetapkan oleh pusat,” katanya,

Mengenai aplikasi Salaman, Yani menjelaskan, program tersebut merupakan inovasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan untuk mengimbangi teknologi yang saat ini berkembang sangat pesat.

Menurutnya, Pemkab Lampung Selatan berkeinginan meningkatkan layanan sedot wc secara online yang mudah diakses oleh masyarakat selama tahun 2020. Sementaa kata dia, untuk uji coba aplikasi itu, akan dilakukan di Kecamatan Kalianda dan sekitarnya.

“Salaman merupakan singkatan dari sanitasi layak dan aman. Slogan tersebut merupakan cita-cita kita bersama agar lumpur tinja dan tangki septik dapat dikelola dengan baik, sehingga aman untuk dibuang kembali ke lingkungan,” tuturnya.

Loading...