Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Plt Bupati Lampung Utara Kembali Copot Syahbudin sebagai Kadis PUPR

Plt Bupati Lampung Utara Kembali Copot Syahbudin sebagai Kadis PUPR

4981
BERBAGI
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara, Sri Widodo menyampaikan sambutan ‎dalam pelantikan dua pejabat teras di lingkungan Pemkab Lampung Utara.

‎Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dengan dalih keadaan mendesak, Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara, Sri Widodo kembali mencopot Syahbudin (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/PUPR) dan Wahab (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/DPMD), Rabu siang (6/6/2018).

Syahbudin dipromosikan oleh Sri Widodo menjadi Asisten II Sekretaris Kabupaten, sedangkan Wahab dipromosikan sebagai Staf Ahli bupati bidang keuangan. Namun, baik Syahbudin maupun Wahab tak terlihat hadir dalam prosesi pelantikan mereka.

Kebijakan mutasi yang kembali dilakukan oleh Sri Widodo ini tentu sangat mengejutkan semua pihak khususnya kedua pejabat tersebut. Sebab, kebijakan ini diambil hanya selang dua hari pasca kunjungan tim Kementerian Dalam Negeri yang bertugas mengawasi jalannya proses pengembaian jabatan kepada para pejabat yang ‘ditendang’ oleh Sri Widodo secara sepihak.

Parahnya lagi, kebijakan yang diambil oleh Sri Widodo diduga kuat dipengaruhi oleh desakan para kontraktor yang menginginkan Syahbudin dimentalkan dari jabatannya. Pertemuan antar mereka terjadi dua jam sebelum prosesi pencopotan Syahbudin dan Wahab.

Keputusan mutasi keduanya tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 821.21-57-II/38-LU/2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb, berdasarkan surat Mendagri nomor 821/2690/SJ tanggal 30 April 2018, perihal persetujuan mutasi pejabat pemimpin tinggi Pratama Kabupaten Lampura.

Usai pelantikan yang tak dihadiri oleh Syahbudin dan Wahab tersebut, Sri Widodo menegaskan bahwa pelantikan yang baru dilakukan itu sah meski kedua pejabat yang dilantik tidak hadir. Apalagi, pelantikan untuk keduanya telah mendapat restu dari Mendagri pada akhir April lalu.

“Ini sah (pelantikan). Karena prosedur sudah dijalankan, seperti telah melayangkan undangan terhadap keduanya. Pak Syahbudin maupun pak Wahab tidak dinonjobkan, melainkan mendapat jabatan lebih tinggi,” terang dia.

Posisi dua jabatan yang kini lowong tersebut akan dipimpin oleh Pelaksana Tugas. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatanlah yang akan menentukan siapa yang paling layak memimpin sementara kedua instansi tersebut.

“Siapa yang diamanahkan nantinya diharapkan dapat memberikan ketenangan di Dinas PU maupun Dinas PMD,” katanya.

Kendati pengalihtugasan Syahbudin dan Wahab terindikasi karena desakan para kontraktor, namun Sri Widodo berkilah bahwa alasan pencopotan keduanya dikarenakan suatu keadaan yang memaksa dan perlu segera ditangani.

“Karena saya harus mengambil sikap denagn kondisi ini. Saya sudah berkonsultasi dengan Provinsi, maka tindakan yang saya ambil ini adalah diskresi (tindakan untuk mengatasi persoalan),” dalihnya.

Loading...