Beranda News Pusiban PLTG New Tarahan Beroperasi, PLN Optimistis Krisis Listrik Teratasi

PLTG New Tarahan Beroperasi, PLN Optimistis Krisis Listrik Teratasi

225
BERBAGI
PLTU Sebalang, Lampung Selatan. (Foto: Teraslampung.com/Oyos Saroso HN)

TERASLAMPUNG.COM —  PLN Lampung optimistis krisis listrik di Lampung yang terjadi akibat dinontaktifkannya PLTU Sebalang karena terbakarnya belt conveyor di PLTU Sebalang pada Kamis (23/8) lalu, akan segera teratasi. Optimisme itu karena hari ini (6/9/2018)  PLTG New Tarahan yang menghasilkan daya 5 MW sudah mulai beroperasi.

Hendri, Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung, mengatakan dari kapastitas 24 MW, PLTG Nes Tarahan baru bisa memasok daya listrk 5 MW. Namun, itu sudah cukup membantu mengurangi beban daya litrik di Lampung.

Menurut Hendri, kondisi pada Jumat (24/8/2018) lalu setekah  terbakarnya conveyor PLTU Sebalang memang sempat terjadi defisit yang cukup besar yaitu 165 MW pada Waktu Beban Puncak (WBP).

“Namum kondisi saat ini sudah tercover per hari Minggu (26/8) dengan masuknya PLTU Tarahan Unit 4 sebesar 83 MW pasca over haul, dibantu masuknya PLTMG Sutami sebesar 30 MW, dan hari ini (6/9) PLTG New Tarahan sebesar 24 MW. “Untuk PLTG New Tarahan saat ini baru memasok 5 MW, namun secara bertahap akan bertambah hingga kapasitas maksimalnya di 24MW,” katanya, Kamis malam (6/9/2018).

Meski, sudah mendapat tambahan pasokan dari PLTU Tarahan Unit 4 dan masuknya PLTMG Sutami dan PLTG New Tarahan, saat ini kondisi sistem Lampung masih mengalami mengalami kekurangan daya. Tercatat Kamis (6/9) malam pukul 19.06, sistem Lampung masih mengalami kekurangan daya sebesar 11 MW.

“Saat ini masih terjadi pemadaman bergilir, namun sangat jauh berkurang dibandingkan pasca PLTU Sebalang terbakar 2 minggu lalu. Dan kami optimis apabila PLTG New Tarahan telah beroperasi maksimal dan dengan beban seperti malam ini, listrik Lampung bisa kembali normal,” imbuhnya.

Saat ini PLN masih berupaya melakukan percepatan pemulihan PLTU Sebalang dengan memaksimalkan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten yang bekerja 24 jam non stop dan mengerahkan segala peralatan ke lokasi kerusakan.

“PLN saat ini melakukan mobilisasi SDM secara maksimal dan menggunakan peralatan dari pembangkit lain sebagai upaya percepatan pemulihan terhadap instrumen pembangkit yang ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari,” tutup Hendri.

Loading...