Beranda Teras Berita PLTU Tarahan Unit 3 dan 4, Pembangkit Listrik Baru yang Sering Rusak

PLTU Tarahan Unit 3 dan 4, Pembangkit Listrik Baru yang Sering Rusak

1413
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com– Baru diresmikan pemggunaannya pada Maret 2008, PLTU Tarahan 3 dan PLTU Tarahan 4 sudah rusak pada September 2012. Akibatnya, ketika itu juga terjadi pemadaman bergilir yang parah. Matinya listrik tiap ketika itu juga ‘dibumbui’ dengan maraknya aksi kejahatan pada malam hari.

“Pekan lalu pipa uap pada boiler di PLTU Tarahan Unit III dan Unit IV memang rusak, sehingga tidak bisa memasok listrik sebanyak 200 MW,” kata Manajer Teknik PLN Wilayah Lampung (ketika itu dijabat M. Rusli),  Senin (10/9/2012).

Menurut M. Rusli  jaringan interkoneksi Sumatera bagian selatan selama ini menjadi andalan bagi pasokan listrik Lampung saat Lampung mengalami krisis kini juga dalam kondisi kurang baik. Biasanya, saat Lampung krisis listrik jaringan interkoneksi Sumatera bagian selatan memasok listrik sebesar 100 MW.

Menurut Rusli jaringan transmisi dari Baturaja ke Bukit Asam tepatnya di tower 79, 80, dan 81 di daerah Tangjungagung, Muara Enim, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu lepas. Jaringan itu lepas karena di bawah saluran transmisi itu ada masyarakat membakar lahan.

Kebutuhan listrik Lampung rata-rata 385 mw. Selama ini daya listrik itu dipasok oleh PLTD dan PLTU Tarahan sebanyak 200 MW PLTA Way Besai 90 MW, dan PLTA Batu Tegi 28 MW. Kekurangannya dipasok dari bantuan jaringan interkoneksi Sumatera Selatan sebesar lebih dari 100 MW.

PLTA Batutegi tidak beroperasi karena kekurangan air untuk menggerakkan turbin. Hal itu disebabkan daerah resapan air di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Tanggamus yang menjadi daerah resapan air sudah rusak parah sejak beberapa tahun terakhir.

Dadang, petugas bagian listrik PLTA Batutegi, mengatakan elevasi air di Waduk Batutegi mencapai batas minimum 274 mdpl sejak sebulan lalu. Pengelola waduk terpaksa menutup pintu air irigasi untuk lahan seluas 66.573 ha di enam kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, dan Bandar Lampung.

“Penyusutan debit air waduk mencapai 5 sampai 10 cm setiap hari. Air sesekali dialirkan, tetapi hanya untuk membasahi saluran agar tidak pecah karena kering. Penutupan pintu air juga dilakukan untuk menjaga volume air waduk agar bila diperlukan saat darurat bisa mengaliri sawah di daerah hulu,” kata Dadang.

Selain mengganggu irigasi, menyusutnya Waduk Batutegi juga berdampak pada terhentinya pasokan listrik 2 x 14 mw sejak Kamis pekan lalu.

“Untuk menggerakkan turbin, dibutuhkan air dengan elevasi minimal 253 mdpl. Kami terpaksa mengoperasikan generator cadangan untuk menyuplai listrik, khususnya di Tanggamus dan Pringsewu. Saat ini kami sedang menampung air. Diharapkan, Desember bisa beroperasi kembali,” kata Dadang.

Waduk Batutegi juga berfungsi memasok air bersih dengan kapasitas 2.250 liter per detik untuk Kota Bandar Lampung, Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan. Dengan menyusutnya debit air di waduk tersebut, pasokan air bersih juga terganggu.

Kondisi yang sama juga terjadi di PLTA Way Besai, di Lampung Barat. Volume air di waduk Way Besai menyusut 1,5 meter di bawah elevasi normal.Akibatnya, sejak dua bulan terakhir PLTA Way Besai hanya beroperasi saat beban puncak, yakni ketika magrib dan menjelang subuh. Padahal, dalam keadaan normal, PLTA Way Besai, yang memasok listrik 2 x 45 Mw beroperasi 24 jam penuh sehari.

Sejumlah warga di Bandar Lampung mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan secara tiba-tiba. “Pada minggu lalu, pemadaman listrik dilakukan  dua hari sekali. Seharinya bisa mati sebanyak 3 kali. Itu sangat menganggu aktivitas bisnis,” kata Murjito, 32, pengusaha bisnis percetakan .

Marzuki, 42, pemilik usaha foto kopi, mengaku banyak mengalami kerugian akibat listrik sering mati. “Para langganan membatalkan memfoto kopi. Kami sebenarnya sudah membeli mesin genset agar mesin foto kopi kami bisa beroperasi. Tapi saat ini mesin genset kami sedang rusak,” ujarnya.

Pada awal September 2013 PLTU Tarahan 3 kembali ngadat selama beberapa hari. Akibatnaya, pemadaman aliran listrik di seluruh wilayah Lampung pun tak terhindarkan. Seperti kali ini, saat itu pemadaman listrik tidak kenal waktu.Bisa sehari tiga kali seperti jadwal orang sakit minum obat, bahkan ada beberapa wilayah yang padam hingga empat kali sehari.

Syailendra Arif/Mas Alina Arifin

Loading...