Beranda Medsos Heboh PM Singapura Memblokir Facebook Presiden SBY

Heboh PM Singapura Memblokir Facebook Presiden SBY

241
BERBAGI

Siti Qodratin Aulia/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Ketegangan Indonesia—Singapura gara-gara perbedaan persepsi tentang pahlawan Indonesia—anggota Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL Usman dan KKO Harun—terus berlanjut. Seperti anak kecil, PM Singapura Lee Hsien Loong tiba-tiba memutuskan perteman dan memblokir Presiden SBY di Facebook. PM Lee juga menghapus tag-tag foto SBY di koleksi album FB-nya.

Itulah setidaknya lelucon yang dibuat sebuah laman Singapura http://newnation.dengan judul “PM Lee unfriends Susilo Bambang Yudhoyono on Facebook, untags him from photos”. (lihat di sini)

Kalau bukan sebuah provokasi, tulisan itu layak disebut dagelan. Sebab, nyatanya Presiden SBY tidak memiliki akun di Facebook. Yang terverifikasi sebagai akun resmi Presiden SBY adalah fanpage https://www.facebook.com/SBYudhoyono. (periksa di sini)

KKO Usman dan Harun Tetap Pahlawan

Duet Pahlawan: KKO Usman dan Harun


Akan halnya dua KKO yang dianggap Indonesia sebagai pahlawan itu, sampai detik ini juga masih dihormati di Indonesia sebagai pahlawan. Namun, pengakuan KKO Usman Haji Mohamed Ali dan KKO Harun Said dianggap persoalan bagi Singapura. Sebab, dua prajurit pemberani itu pada 1964 melakukan aksi pengeboman di MacDonald House di Orchard Road, Singapura.

Mereka menyusup ke Singapura ketika hubungan antara Indonesia dengan Malaysia memburuk akibat dibentuknya Federasi Malaysia pada pada 16 September 1963 . Federasi Malaysia merupakan gabungan antara Singapura, Sabah (Kalimantan Utara), dan Sarawak.

Penyusupan KKO Harun dan Usman ke SIngapura merupakan tugas negara. Misinya ketika itu adalah menyabotase kepentingan-kepentingan Malaysia dan Singapura. Nahas, kedua marinir berhasil ditangkap dan kemudian dihukum gantung pemerintah Singapura pada 17 Oktober 1968. Tak lama setelah itu Indonesia memberikan gelar pahlawan bagi keduanya. Sementara Pemerintah Singapura menyebut mereka teroris.

Beberapa hari terakhir Singapura memprotes keras rencana Pemerintah Indonesia untuk memberi nama sebuah kapal perang (KRI) dengan julukan “KRI Usman dan Harun”.

Ketegangan Indonesia—Singapura itu tampak nyata pascamunculnya protes Singapura. Panglima TNI Jenderal Moeldoko, misalnya, menolak hadir dalam acara Singapore Airshow yang berlangsung 11 sampai 16 Februari 2014. Versi lain menyebutkan Jenderal Moeldoko tidak hadir di Singapura karena pemerintah Singapura telah membatalkan undangan untuk 100 perwira TNI dalam acara Singapore Airshow.

Jendera Moeldoko mengatakan penamaan kapal menjadi urusan internal Indonesia dan tidak ada maksud membuka luka lama dalam hubungan bilateral kedua negara. “Ini persoalan internal kita. Nama itu ditentukan, ada tiga kapal, (yakni KRI) Bung Tomo, Usman, Harun, sekarang baru muncul persoalan,” kata dia.

Penyunting: Oyos Saroso HN

Loading...