Beranda Kolom Kopi Sore Pokemon Go dan Kenaikan Pungli

Pokemon Go dan Kenaikan Pungli

333
BERBAGI
Pokemon Go (ilustrasi)

Fadli Pangestu*

FadliRIP Pokemon Go 2016-2016: eksis hanya beberapa bulan, tapi hebohnya tak tanggung-tanggung, sampai-sampai negara turun tangan mengatur regulasi perPokemonan Go-an, ternyata alam lebih dashyat mengaturnya hingga kini tak berkutik lagi. Fenomena Pokemon Go ini sepertinya bakal juga terjadi pada heboh heboh soal pemberantasan Pungutan Liar hingga perlu dibentuk Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) oleh Presiden Jokowi.
Bahkan menjadi kekhawatiran, kehebohan pemberantasan Pungli ini secara langsung akan menaikkan tarifnya, jika semula Rp 10.000 akan naik beberapa kali lipat, dengan pertimbangan resiko dan tingkat kehebohan yang luar biasa sebelumnya, posisi tawar petugas semakin tinggi.

Kekhawatiran ini berangkat dari soal fenomena pemberantasan Pungli terjadi sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden saat ini. Namun ternyata karena tidak dibarengi dengan sistem dan karakter akhir jadi seperti hangat hangat tai ayam. Hangat lalu adem lagi.
Sistem digitalisasi di sektor swasta yang begitu luar biasa dalam transaksi dan pelayanan tidak pernah mau diadopsi oleh negara secara utuh. Kadang yang menjadi alasan seperti alur cerita James Bond saat masih diperankan oleh Sean Connery, ada rahasia negara sehingga pelayanan itu tak bisa terbuka dan bebas. Sehingga persentuhan fisik antara warga dan petugas harus tetap ada.

Karena pertemuan itu menunjukkan eksistensi negara dalam melakukan screening terhadap warganya. Walau pada akhirnya pertemuan itu pulak yang mengakibatkan kantong warga sering menjadi jebol. Entahlah…

Kini kita dipertontonkan kembali aksi Saber semoga kita tetap sabar. Pesimis jelas atas aksi itu, bagaimana bisa diberantas, wong banyak batur negara telah terikat kredit rumah bagus dan mobil bagus yang biayanya bisa mencapai 10 kali lipat dari slip gajinya. Setidaknya kasus panitera Pengadilan yang menjadi markus bang Ipul Jamil adalah satu contoh dari ribuaan lainnya, tentu yang suci dalam debu tetap kita apresiasi.

Sementara para bos bos nya hampir menjadi kemahfuman publik pula hobinya mengayunkan stik, jadi entahlah apa awak nak cakap ini. Dan lantaklah…karena setiap pemimpin ada masanya dan setiap masa ada kehebohannya….

Loading...