Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pola Pardede: Penyaluran KUR di Kota Bandarlampung Masih Kecil

Pola Pardede: Penyaluran KUR di Kota Bandarlampung Masih Kecil

459
BERBAGI
rapat pembahasan optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Bandarampung,  di Ruang Rapat Walikota Bandarlampung (12/4/2018)
Rapat pembahasan optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Bandarampung,  di Ruang Rapat Walikota Bandarlampung (12/4/2018).

Dandy Ibrahim| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Penyaluran Kredit Usaha Kecil (KUR) di Kota Bandarlampung tahun 2017 masih kecil. Pada 2017 Bandarlampung  hanya menyerap KUR sebesar Rp70 miliar lebih untuk sekitar 200 ribu UKM, sedangkan kita memiliki 400 ribu lebih UKM.

“Ke depan harus kita tingkatkan,” kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkot Bandarlampung, Pola Padede, dalan rapat pembahasan optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Bandarampung,  di Ruang Rapat Walikota Bandarlampung (12/4/2018)

Menurut Pola Pardede, masih kecilnya penyerapan dana KUR di Bandarlampung yang menjadi kendala adalah masalah agunan bagi kreditur.

Pada rapat tersebut beberapa dinas yang memiliki binaan UKM mengungkapkan kendala utama untuk mengajukan KUR adalah agunan.

Seperti yang disampaiak oleh Kadis Perindustrian Herni Musfi keluhan UKM binaanya selalu soal agunan.

“Masalah di lapangan yg dikeluhkan oleh binaan kami adalah permintaan agunan oleh bank,” kata Herni Musfi

Dalam Kepres no.15 tahun 2015 permintaan agunan dalam penyaluran KUR untuk kegiatan usaha mikro tidak wajib
Hal itu disampaikan Kuswadi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung.

“Untuk usaha mikro yang pinjamannya senilai Rp.25 juta pihak bank harusnya tidak wajib meminta agunan,” jelas Kuswadi.

Apalagi UKM yang sudah mendapat rekomendasi dari pihak terkait atau bianaan dinas kata Kuswadi.

Sementara itu bagi bank penyalur KUR agunan itu sebagai moral obligation saja. Supaya kreditur memiliki tanggungjawab.

“Kami menerima agunan sepeda motor yang nilainya Rp.3 juta sedangkan dia menerima KUR sebesar 25 juta rupiah,” Sony dari Bank Mandiri

Pola Pardede meminta pihak Bank melaksanakan Kepres No. 15 tahun 2015 dengan harapan KUR di Bandarlampung meningkat.

“Saya minta bank untuk melaksanakan Kepres agar serapan KUR meningkat apalagi tahun 2018 ini bunganya turun dari 9 persen menjadi 7 persen,” kata Pola Pardede.

Loading...