Beranda Hukum Polda Lampung Amankan Tiga Pengunjung Diskotek CS Hotel Novotel

Polda Lampung Amankan Tiga Pengunjung Diskotek CS Hotel Novotel

709
BERBAGI
Petugas Polda Lampung memeriksa pengunjung di Diskotek CS Hotel Novotel Bandarlampung, Kamis dinihari (27/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Awal digelarnya Operasi Aanti narkotika (Antik) 2017, tim gabungan dari Ditres Narkoba, Sabhara dan Brimob Polda Lampung mengamankan tiga pengunjung di tempat hiburan malam Diskotek Center Stage (CS) Hotel Novotel yang postif mengkonsumsi narkoba, Kamis dinihari (27/4/2017).

Ketiga pengunjung yang diamankan tersebut adalah, Indah vera putri (20) warga Kedaton, Bandarlampung; Rudi (28) warga Kemiling, Bandarlampung dan Arif Akbar Utama (22), warga Palembang, Sumatera Selatan.

BACA: Tim Gabungan Polda Lampung Intensifkan Operasi Antik di Tenpat Hiburan Malam

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai mengatakan, ketiga orang pengunjung diskotik CS Hotel Novotel tersebut, hasil urine-nya positif mengkonsumsi narkoba. Saat ini, ketiganya masih dalam pemeriksaan petugas. Namun, dirinya belum dapat memastikan dilakukan penahanan atau tidak terhadap ketiganya.

“Kita introgasi dulu ketiganya, siapa tahu ada perkembangan dari hasil pemeriksaan. Kalau hasilnya ada indikasi kecanduan, maka kita rehab dan kalau sadar akan dilepas disertai diberikan peringatan,”ujarnya, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, gelar Operasi Antik ini, di bagi menjadi tiga Satgas yakni Satgas 1 bertugas memberikan penyampaian informasi, satgas 2 penindakan dan Satgas 3 bertugas sebagai representatif terhadap pengguna narkoba.

“Operasi Antik ini digelar selama 14 hari kedepan, dengan target sasaran penyalahgunaan narkoba,”paparnya.

Sasaran yang dituju, kata Abrar, selain pengguna dan bandar narkoba, pihaknya akan menertibkan tempat-tempat hiburan malam agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Untuk hari pertama ini, hanya dilakukan sekali razia saja. Kedepannya, akan menyasar ke daerah-daerah lainya di luar Kota Bandarlampung.

“Jadi bukan cuma orang saja, tapi tempatnya juga akan menjadi target kami dalam Operasi Antik ini,”ungkapnya.

Abrar menjelaskan, dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, ada empat daerah yang perhatian pihaknya yang disinyalir menjadi titik rawan penyalahgunaan narkoba. Empat daerah itu adalah, Kabupaten Mesuji, Pesawaran, Tulangbawang dan Lampung Tengah.

“Sasarannya target operasi (TO) dan non TO, dan penindakannya kita akan lihat kondisinya. Kalau pelaku melakukan perlawanan, tidak akan segan-segan kami lakukan tindakan tegas,”jelasnya.

Loading...