Beranda Hukum Polda Lampung Dalami Kasus Bunuh Diri Warga Lamteng

Polda Lampung Dalami Kasus Bunuh Diri Warga Lamteng

193
BERBAGI
Mayat Saikem di dekat sumur di bagian belakang rumahnya, Jumat pagi (15/7/2016).

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis Bidokes untuk mendalami kasus tewasnya Sakiem (59) yang menggorok leher anaknya kandungnya, M.Khairul Anwar (8), dan leher dirinya sendiri hingga tewas, beberapa hari lalu.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Lampung, AKBP Ruli Andiyunianto mengatakan, peristiwa tragis ibu membunuh anaknya sendiri, lalu bunuh diri dengan cara menggorok lehernya yang terjadi di wilayah hukum Polres Lampung Tengah, masih dalam proses penyelidikan.

“Meski TKP-nya di wilayah hukum Polres Lampung Tengah, kami  (Polda Lampung) akan tetap membackup kasus tersebut dalam proses penyelidikannya,”kata Ruli saat ditemui di ruangannya, Rabu (20/7/2016

Menurutnya, saat ini pihaknya, masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis Bidokes terhadap korban Sakiem dan anaknya Khairul yang meninggal dunia dugaan bunuh diri.

“Apakah korban bunuh diri atau dibunuh, masih belum diketahui. Sebab kami masih mendalami luka sayatan yang ada dileher kedua korban tersebut,”ujarnya.

Dikatakannya, banyak dugaan yang masih dipelajar. Salah satunya luka sayatan yang terdapat dileher kedua korban. Seperti korban menyayat lehernya sendiri, menggunakan tangan kanan atau tangan kiri. Dari hal itu saja, kata Ruli, penyidik nanti bisa mendapatkan hasilnya, apakah korban ini benar-benar bunuh diri atau dibunuh.

“Itulah sebabnya, harus diketahui dulu hasil pemeriksaan medis nanti seperti apa. Setelah itu, baru akan diketahui kematiannya karena apa,”terangnya.

Ruli menuturkan, mengenai anak sulung korban bernama Supriyanto, pihaknya masih tetap meminta keterangan dari Supriyanto. Karena yang bersangkutan ini, pertamakali menemukan jasad ibu dan adiknya, Sakiem dan Khairul tewas di dalam rumah.

Ruli mengatakan adanya kejanggalan keterangan saksi Supriyanto. Supriyanto mengaku datang ke rumah orangtuanya ingin menjemput adiknya Khairul untuk pergi ke sekolah. Disebut janggal karena saat itu belum waktunya untuk masuk sekolah karena masih dalam posisi libur sekolah.

“Ada dugaan, dia (Supriyanto) lupa atau panik saat melihat ibu dan adiknya tewas dengan cara mengenaskan dengan luka gorokan dileher,”ungkapnya.

Ditegaskannya, jika dalam proses penyelidikan nanti adanya temuan baru, pihaknya akan segera memberitahukan kepada Polres Lampung Tengah untuk segera menindaklanjutinya.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, sebelum ditemukan tewas Sakiem sedang memandikan anaknya Khairul lalu terdengar suara Sakiem memarahi anaknya,”ujarnya.

Selain itu juga, kata Ruli, korban Sakiem pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya lantaran sakit kanker payudara stadium IV yang dideritanya dan tak kunjung sembuh.

Diketahui sebelumnya, sebelum bunuh diri menggorok lehernya sendiri, Sakiem (59) warga Gang Mawar, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, tega menggorok anaknya sendiri bernama M Khirul Anwar (8) hingga tewas, pada Jumat (15/7/2016) pagi lalu.

Peristiwa tragis tersebut, pertamakali diketahui oleh anak sulungnya bernama Supriyanto (30) yang saat itu mendatangi rumah orangtuanya karena akan menjemput M Khairul Anwar untuk pergi ke sekolah.

Kedua korban tersebut, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka gorokan dileher diruangan belakang rumah di dekat kamar mandi dan sumur setelah Supriyanto mendobrak pintu rumah orangtuanya.

Loading...