Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Gandeng Psikolog Pulihkan Psikis Gadis Terduga Korban Penganiayaan dan Perkosaan

Polda Lampung Gandeng Psikolog Pulihkan Psikis Gadis Terduga Korban Penganiayaan dan Perkosaan

34
BERBAGI
Gadis tanpa identitas dengan luka di hampir sekujur tubuhnya dirawat di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung. Ia diduga menjadi korban penganiayaan dan perkosaan.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mendalami kasus dugaan pemerkosaan dan tindakan kekerasan terhadap gadis dibawah umur yang belum diketahui identitasnya, Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direskrimum Polda Lampung gandeng Psikolog.

Kasubdit IV Renakta Direskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi saat ditemui diruangannya mengatakan, mendapat adanya informasi tersebut, pihaknya telah mendatangi Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Rabu kemarin.

“Ya kita sudah kesana (RSUAM), selain menemui korban juga menemui dokter yang menangani korban,”kata Ferdyan, Kamis (4/8/2016).

Ferdyan mengutarakan, sampai saat ini, kondisi korban memang masih sangat memprihatinkan. Terdapat banyak luka memar disekujur tubuhnya, dugaannya luka-luka tersebut akibat mengalami tindakan kekerasan.

“Korban belum dapat dimintai keterangan, kondisinya masih trauma saat ditemui merasa ketakutan dan terus menangis,”ujarnya.

Melihat kondisi korban yang belum pulih kondisi psikisnya, kata Ferdyan, untuk sementara waktu pihaknya belum mendapatkan keterangan sedikitpun dari korban.

BACA: Diduga Korban Perkosaan, Gadis di Bawah Umur Ini Lima Hari Tergolek di Pinggir Jalan

Meski demikian, pihaknya akan berusaha melakukan penyelidikan, selain itu juga pemulihan fisik dan traumatis yang dialami korban saat ini, dengan berkoordinasi psikologi dan dokter yang menangani perawatan korban.

“Mengenai hasil visum dari petugas medis, kami belum meneerima hasilnya. Kemungkinan besok baru diterima,”terangnya.

Dikatakannya, jika hasil visum dari pihak RSUAM sudah diterima, ia mengharapkan agar media dapat membantu untuk mempublikasikan ciri-ciri korban, agar bisa di ketahui oleh keluarga atau orang terdekatnya.

“Saat ini, tim masih berusaha untuk melakukan pendekatan dengan korban untuk segera diketahui siapa keluarganya,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, gadis dibawah umur tanpa identitas yang usianya diperkirakan 12 tahun, ditemukan dipinggiran trotoar di depan pusat grosir pakaian Mangga Dua, Kelurahan Sukaraja, Telukbetung Selatan, pada Selasa (2/8/2016) siang.

Pada saat ditemukan, kondisi gadis yang masih dibawah umur ini sangat memprihatinkan mengalami luka dibagian bibir, wajah dan bagian kemaluannyan serta bagian tubuhnya dipenuhi luka lebam. Selain itu juga, rambutnya tampak bekas di potong dengan secara paksa.

“Kami menduga, gadis malang ini menjadi korban kekerasan dan pemerkosaan,”kata salah seorang petugas RSUAM, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, gadis malang ini, sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Rawat Inap Sukaraja, lalu
diantar ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) menggunakan kendaraan ambulans didampingi dengan perawat.

Menurut salah seorang saksi yang menemukan gadis tersebut dan enggan disebutkan namanya mengatakan, saat menemukan gadis malang tersebut, ia bersama suaminya ketika itu sedang makan bakso melihat ada perempuan tergeletak di pinggiran trotoar.

“Saya kasihan melihatnya, karena rambutnya seperti dipotong secara paksa dan tubuhnya ditutupi kain sarung,”ujarnya.

Menurutnya, saat ia dan suaminya mencoba menanyakan ke warga sekitar, mengenai identitas anak perempuan tersebut. Warga setempat mengaku, tidak ada yang mengetahui identitas dan asalnya dari mana.
Lalu ada warga yang bilang, bahwa anak perempuan malang ini sudah lima hari tergelatak di pinggiran trotoar.

“Saya coba tanya sama dia (gadis malang) ini darimana asalnya, dijawabnya dari panti dan gadis ini mengaku habis di pukuli dan disetubuhi orang,”terangnya.

Karena merasa kasihan dengan kondisi gadis remaja ini, kemudian ia menghubungi Puskesmas Rawat Inap Sukaraja, lalu pihak Puskesas datang membawa ambulans menjemput anak perempuan tersebut untuk diberikan perawatan medis.

“Setelah diberikan pertolongan, pihak Puskesmas merujuk anak perempuan ini ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM),”ungkapnya.