Polda Lampung Gelar Pisah-Sambut Direktur Dirpolair

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kombes Edion (pakai baret) dan AKBP Rudi Purwanto (dua dari kanan) dalan acara pisah sambut Dir Polairud Polda Lanpung, Senin (17/11).

BANDARLAMPUNG–Polda Lampung menggelar acara perpisahan dengan  Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) Kombes Pol Edion dan penyambutan Direktur Polairud baru, AKBP Rudi Purwanto, Senin (17/11). Kombes Edion selanjutnya akan berpindah tugas ke Gorontalo. Selain Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko dan para petinggi Polda Lampung lainnya, hadir pula dalam acara tersebut,Danlanal Lampung Kolonel Suharto Ladjide.

“Selain perikanan, di pesisir Teluk Lampung juga terkenal dengan wisatanya yang harus menjaga biota laut dan keindahannya, karena itu kita minta Danlanal Lampung dan DKP untuk memberikan petunjuk tetang penggunaan jaring ikan dan ukurannya. Ini untuk penyamaan pandangan, terutama dalam hal tindakan prevesif dan Preventiv, di Kemaritiman Teluk Lampung,”kata Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Heru Winarko, saat acara serah terima jabatan (Sertijab) Direktur Polisi Perairan Polda Lampung.

Kapolda mengatakan,di Pesisir Teluk Lampung ini bukan hanya perikanan saja, tetapi terkenal banyak tempat-tempat wisata. Sebab itu, saya menekankan kepada pejabat lama Direktur Polisi Perairan Polda Lampung, Kombes Pol. Edion untuk menumpas habis dan menghapus bom ikan.

Tidak hanya itu saja, Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki), juga harus mendapat perhatian khusus sebab di Lampung Banyak sekali kepulauan dan banyak kapal asing yang berlayar dan masuk. Ini menjadi kekhawatiran selama ini akan rawannya tbrukan kapal.

“Bukan hanya tubrukan, permasalahan itu juga berdampak pada kapal-kapal angkutan penumpang (Fery) yang terlambat sampai di tujuan atau pemberangkatan. Sebagai antisipasi, pihaknya telah mengusulkan pemasangan rambu-rambu di ALKI kepada pusat. Tujuannya positif agar tidak terjadi tubrukan kapal,”jelas Heru, Senin (17/11).

Kapolda Lampung mengharapkan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lampung bisa menyatukan visi mewujudkan poros Kemaritiman Dunia. Karena sebagai petugas yang menangani permasalahan tersebut diantaranya, Direktorat Polisi Air, TNI Angkatan Laut, dan Dinas Perikanan dan Kelautan.

“Marilah dalam Hal ini, kita jangan bicara tentang kewenangan siapa, namun kita bicara soal tanggung jawab bagaimana untuk menciptakan kesamaan visi kita dan mewujudkan poros kemaritiman dunia,”jelasnya.

Sementara itu, pejabat lama Dir Polair Polda Lampung, Kombes Pol Edion mengatakan, selama ini tindakan Polair Polda Lampung telah menjalankan tugas dengan baik. Terkait penindakan nelayan yang menggunakan alat seperti, bom ikan yang dilarang dan jaring yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan melanggar peraturan yang berlaku, itu sudah di buktikan di pengadilan oleh hakim, bahwa mereka salah, hal ini juga telah dipaparkan oleh pak Kapolda agar jangan terjadi lagi.

“Selain merusak keindahan dan biota laut, kita kasihan dengan nelayan kecil (Tradisional), yang kehidupannya hanya tergantung dengan menangkap ikan menggunakan alat seadanya dan mendapatkan hasil yang tidak seberapa. Untuk itu saya berharap kepada pejabat baru Direktur Polisi Perairan Polda Lampung, AKBP Rudi Purwanto untuk melanjutkan dan meningkat kinerja yang telah di capai selama ini,”kata Edion.

Ditambahkannya, dirinya berpesan kepada anggotanya agar terus meningkatkan kinerja untuk menegakkan hukum khususnya diwilayah perairan lampung. Selain itu juga agar jajaran Polda Lampung, untuk terus meningkatkan dan menjaga keamanan.

“Terus tingkatkan kinerja, karena penegakkan hukum di perairan ini harus dengan sungguh-sungguh karena kalian (anggota) mempunyai tanggungjawab untuk terus menjaganya. Jadi jagalah terus perairan lampung ini dan janganlah sampai lengah, selain itu juga tingkatkan Kamtibmas di Negara Maritim baik itu didarat maupun di laut,”tegasnya.

Pejabat baru Direktur Polisi Air Polda Lampung, AKBP. Rudi Purwanto mengatakan, pertama saya berterima kasih banyak kepada Pak Edion, karena sewaktu saya tinggalkan Lampung  pada tiga tahun lalu yakni sekitar bulan April 2011. Tempat ini adalah lapak berbentuk rawa bukan tanah. Tetapi sekarang ini setelah saya kembali dan bertugas lagi di Lampung, menjabat sebagai Dirpolair Polda Lampung, saya mendapat fasilitas dan tempat bertugas di Markas Ditpolair Polda Lampung yang besar dan sebagus ini, juga dilengkapi sarana dan prasarana.

“Tidak hanya itu, Pak Edion telah membangunkan jembatan penyeberangan sebagai sarana untuk mempermudah transportasi anggota dan masyarakat sekitar. Saya salut dengan keberhasilan kinerja beliau, dan saya siap untuk melanjutkan program yang ada dan akan lebih meningkatkannya lagi,”kata Rudi Purwanto.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Lampung, Kolonel. Suharto mengatakan kesiapannya untuk menyamakan visi. “”Untuk mewujudkan Poros Kemaritiman Dunia kita harus, kerja, kerja, dan kerja,”kata Suharto Ladjide.

  • Bagikan