Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Gerebek Gudang Penimbunan 757 Tabung Gas Elpiji 3 Kg

Polda Lampung Gerebek Gudang Penimbunan 757 Tabung Gas Elpiji 3 Kg

717
BERBAGI
Petugas Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung saat menyita ratusan tabung gas elpiji isi 3 Kg dari perusahan PT HPS, Jumat malam (19/5/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Satuan tugas (satgas) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung menggerebek gudang penimbunan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram milik PT Harapan Panca Sukma (PT HPS) di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Way Lunik, Telukbetung Selatan, Jumat (19/5/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.

Pantauan teraslampung.com di lokasi penggrebekan, dari dalam gudang PT Harapan Panca Sukma (PT HPS) tersebut, petugas menyita 757 tabung gas ukuran 3 kilogram yang terisi penuh tidak didistribusikan oleh perusahan tersebut ke pangkalannya selama satu pekan terakhir.

Petugas juga menyita sebanyak 4.868 tabung gas kosong ukuran 3 kilogram. Selain mengaman barang bukti tabung gas, petugas juga mengamankan Rudi Hutapea, selaku pemilik perusahaan tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Salah seorang karyawan PT HPS, Aritonang menuturkan, bahwa dirinya tidak mengetahui, mengenai adanya penimbunan tabung gas isi 3 kilogram di perusahaan tempatnya bekerja tersebut. Tapi diakuinya, selama satu pekan terakhir ini, 757 tabung gas yang sudah terisi tidak didistribusikan ke agen-agen yang lebih kecil.

“Kalau saya tidak tahu persis, apakah memang ditimbun atau tidak. Karena di perusahaan PT HPS ini, saya hanya bekerja saja kalau untuk urusan lainnya saya tidak tahu,”ucapnya.

Menurutnya, perusahaan PT HPS ini, kurang selbih sudah selama tujuh tahun beroperasi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP M Anwar mengutarakan, pengungkapan kasus penimbunan tabung gas ukuran 3 kilogram bersubsidi ini, berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penyelidikan petugas terkait dugaan adanya penimbunan tabung gas elpiji.

“Setelah dilakukan penyelidikan, didapati sebanyak 757 tabung gas terisi penuh dan 4.868 tabung gas kosong. Barang bukti bersubsidi tersebut, ternyata tidak didistribusikan selama satu pekan terakhir ini,”ujarnya saat di lokasi penggerebekan, Jumat (19/5/2017) malam.

Perwira menengah dengan melati dua di pundaknya ini mengutarakan, ratusan tabung gas bersubsidi yang sudah terisi tersebut, semestinya didistribusikan oleh pihak perusahaan tersebut sesuai dengan jatah dari masing-masing rayon. Seperti tabung gas dengan tutup warna hitam, harusnya didistribusikan untuk rayon Lampung Tengah. Lalu yang tutupnya warna coklat, untuk rayon kota Metro.

“Pengungkapan kasus ini, kami belum menetapkan tersangka. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, kami masih akan mendalaminya dengan meminta keterangan dari pemilik dan karyawan perusahaan,”terangnya.

Sementara Administrator Pertamina Lampung, Fikri mengatakan, bahwa perusahaan PT Harapan Panca Sukma (PT HPS) tersebut, merupakan agen distributor gas elpiji untuk rayonisasi wilayah Lampung Tengah.

“Kalau dilihat dari rayonisasinya memang sudah menyalahi aturan, seharusnya pihak perusahaan segera mendistribusikan tabung-tabung gas tersebut ke pangkalan di Kabupaten langsung,”ungkapnya.

Loading...