Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Klaim Begal yang Ditembak Mati adalah Otak Pelaku Pembegalan

Polda Lampung Klaim Begal yang Ditembak Mati adalah Otak Pelaku Pembegalan

881
BERBAGI
Wadir Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ardrian Indra Nurinta menjelaskan tentang penggerebekan yang menewaskan tersangka Wahyu. Jumat (6/4/2018).
Wadir Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ardrian Indra Nurinta menjelaskan tentang penggerebekan yang menewaskan tersangka Wahyu. Jumat (6/4/2018).

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ardrian Indra Nurinta menututkan,  tersangka Wahyu Agung (21), warga Desa Lebak Danau, Jabung, Lampung Timur yang tewas ditembak Tim 2 Resmob Subdit Jatanras Polda Lampung dalam penggrebekan pada Jumat (6/4/2018) adalah otak pelaku pencurian kendaraan bermotor di depan Ruko “Febby Busana” di Jalan Kimaja, Way Halim, Bandar Lampung, Senin 5 Februari 2016 lalu.

Menurut AKBP Ardrian Indra Nurinta, Wahyu menjalankan aksinya bersama komplotannya yang berjumlah empat orang, Tiga tersangka yang kini masih diburu polii adalahBH (15), SE (15) serta FE (15), ketiganya masih berstatus pelajar dan mereka adalah warga Jabung, Lampung Timur. Petugas menangkap ketiga pelaku di Desa Negara Batin, Jabung, pada Selasa 13 Februari 2018 lalu.

Berdasarkan catatan kepolisian, kata Ardrian, ketiganya tidak hanya kali ini saja melakukan aksi pembegalan. Sebelumnya, mereka pernah melakukan aksi tersebut bersama tersangka Wahyu. Berdasarkan keterangan dari mereka inilah, petugas berhasil menangkap tersangka Wahyu.

BACA: Tersangka Begal Tewas Ditembak, Aksinya Terekam CCTV dan Viral di Medsos

“Komplotan Wahyu ini terdiri dari tiga orang, namun ketiganya sudah ditangkap lebih dulu. Untuk berkas ketiga pelaku sudah tahap dua, dan sudah dilimpahkan ke Pengadilan,”ujarnya saat gelar ekspos di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) di Jalan Pramuka, Bandarlampung, Jumat 6 April 2018.

Ardrian mengungkapkan, berdasarkan dari keterangan ketiga pelaku tersebut, bahwa otak pelaku pencurian sepeda motor di depan Ruko “Febby Busana” di Jalan Kimaja, Way Halim, Bandar Lampung, Senin 5 Februari 2016 lalu adalah tersangka Wahyu. Dalam beraksi, tersangka Wahyu yang bertugas sebagai eksekutor. Selain sebagai pemetik, tersangka Wahyu juga yang mengancam dengan menodongkan senjata api kepada korbannya.

“Tersangka Wahyu ini merupakan pemain lama dalam kasus pembegalan, tersangka adalah residivis kasus yang sama. Saat beraksi, tersangka tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata api jika korbannya melawan,”ungkapnya.

Dikatakannya, hasil pengembangan saat ini, baru ada satu LP yang diketahui. Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasusnya untuk mengungkap adanya TKP lain yang dilakukan tersangka Wahyu dan komplotannya tersebut.

BACA: Penggerebekan di Lampung Timur, Tersangka Begal Tewas Ditembak

Diketahui, tersangka pembegalan yang beraksi menggunakan senjata api, Wahyu Agung (21), warga Desa Lebak Danau, Jabung, Lampung Timur tewas setelah ditembus peluru panas Tim 2 Resmob Subdit Jatanras Polda Lampung dalam penggrebekan di Desa Negara Batin, Jabung, Lampung Timur, Jumat 6 April 2018 sekitar pukul 04.00 WIB.

Polisi terpaksa melumpuhkan Wahyu dengan timah panas, karena melakukan perlawanan aktif saat dilakukan penangkapan dengan melepaskan tembakan sebanyak dua kali kearah petugas.

Penangkapan tersebut, berdasarkan beredarnya video yang viral di media sosial saat komplotan Wahyu Cs mengambil satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih tanpa plat nomor di depan Ruko “Febby Busana” Jalan Kimaja, Way Halim, Bandar Lampung, pada Senin 5 Februari 2016 lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta empat butir amunisi, dua butir peluru masih aktif dan dua butir tanpa proyektil karena sudah diletuskan oleh tersangka. Kemudian, satu buah kunci letter T beserta anak kuncinya.