Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Periksa Saksi dan Korban Pemerkosaan Oknum Pendamping P2TP2A Lamtim

Polda Lampung Periksa Saksi dan Korban Pemerkosaan Oknum Pendamping P2TP2A Lamtim

628
BERBAGI
ilustrasi pemerkosaan anak. Tempo/Inda Fauzi

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Kepolisian daerah (Polda) Lampung melakukan pemeriksaan terhadap NF (14), korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oknum pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) berinisial DA, Selasa (7/7/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Pada panggilan pemeriksaan tersebut, korban NF (14) didampingi oleh keluarga serta pendamping hukumnya yakni LBH Bandarlampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung. Korban NF menjalani pemeriksaan di ruang Subdit IV Remaja, anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Dalam pemeriksaan tersebut, setidaknya ada delapan saksi diperiksa penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung. Antara lain adalah NF, ayah korban, kerabat korban dan tetangga korban. Selain itu juga, dua orang saksi dari P2TP2A Lampung Timur dan dua orang dari PPPA Lampung Timur.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Theresia Sormin, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan terhadap korban NF dalam pemeriksaan tersebut.

“Hari ini, Polda Lampung melakukan BAP kepada korban dan keluarga korban. Sebagai Kadis PPPA, yang saya dampingi ini sama saja anak saya meskipun saya tidak bisa mendapinginya sampai selesai,”ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Theresia pun berharap, setelah keluar pemeriksaan dari Polda, korban NF bersedia untuk tinggal di rumah aman Dinas PPPA Provinsi Lampung. Hal tersebut dilakukan, agar korban bisa diberikan trauma healing lanjutan oleh timnya.

“Saya berharap, korban mau masuk ke rumah aman Provinsi Lampung. Rumah aman kami memiliki tim yang lengkap, ada pendampingan psikolog, pendamping hukum dan ada bidang pendidikan,”ungkapnya.

Sebelumnya, kata Theresia, korban sempat menolak saat ditawari untuk tinggal di rumah aman Dinas PPPA Provinsi Lampung. Setelah diberi pengertian, akhirnya korban NF mau menerima untuk tinggal sementara di rumah aman Dinas PPPA Provinsi Lampung.

“Awalnya, korban memang tidak mau ikut. Setelah saya rayu tadi, akhirnya korban mau ikut dan tinggal di rumah aman Provinsi,”bebernya.

Setelah BAP yang dilakukan oleh penyidik Polda Lampung, lanjut Theresia, korban NF akan ditempatkan dirumah aman Dinas PPPA Provinsi Lampung.

“Rujukan dari Polda, saya sarankan lebih baik saya yang melindungi korban NF. Mengenai alamat rumah aman ini, mohon maaf ya mas ini kita rahasiakan,”terangnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan melindungi dan mendampingi korban selama proses kasus dugaan pencabulan oleh oknum pendamping P2TP2A Lampung Timur tersebut berlangsung. Tidak hanya itu saja, ia juga akan memberikan jaminan perlindungan terhadap korban NF dengan melakukan assessment psikologi klinis oleh timnya.

“Jadi mengenai kasus pidananya itu pihak kepolisian yang berwenang, sementara kami berwenang pada perlindungan korban. Kalau ada proses hukum, nanti akan didampingi oleh tim hukum kami,”pungkasnya.

Loading...