Beranda Hukum Kriminal Polda Lampung Sita 10 Ribu Liter Pertalite dan Pertamax Oplosan

Polda Lampung Sita 10 Ribu Liter Pertalite dan Pertamax Oplosan

321
BERBAGI
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Aswin Sipayung saat diwawancarai terkait diamankannya ribuan liter BBM diduga oplosan di Mapolda Lampung, Jumat 25 Mei 2018.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Aswin Sipayung saat diwawancarai terkait diamankannya ribuan liter BBM diduga oplosan di Mapolda Lampung, Jumat 25 Mei 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Petugas Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, mengamankan 10.000 BBM jenis Pertalite dan Pertamax diduga oplosan dari salah satu gudang penimpunan BBM di wilayah Kota Bandarlampung, pada Minggu 20 Mei 2018 lalu.

Selain menyita ribuan liter BBM oplosan, polisi juga menyita satu kendaaran truk tangki Pertamina kapasaitas isi 8. 000 liter dengan plat nomor polisi BE 9230 CL . Selain itu juga, ada puluhan jeriken berisi BBM oplosan yang turut disita dari dalam gudang penimpunan BBM tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Aswin Sipayung membenarkan, bahwa pihaknya telah mengamankan ribuan liter BBM diduga oplosan. Kemudian mengenai kendaraan truk tangki yang terparkir di depan Mapolda Lampung, disita dari salah satu gudang tempat penimbunan BBM di Kota Bandarlampung saat dilakukan penggrebekan. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman, apakah truk yang dista ini digunakan untuk memindahkan BBM atau tidak.

“Ya benar, kita amankan perkara dugaan BBM oplosan dan kasus tersebut masih dalam proses Lidik. Gudang beserta mobil tersebut diamankan, karena diduga menyimpan BBM yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasinya,”ujarnya saat diwawancarai di Mapolda Lampung, Jumat 25 Mei 2018.

Menurutnya, dalam perkara tersebut, ada empat orang yang sudah diperiksa dan statusnya sebagai saksi. Karena kasusnya masih Lidik, sehingga belum dapat di ekspos secara detail karena ada asas praduga tak bersalah. Saat ini penyidik baru meminta keterangan dari kempat orang tersebut, untuk mengembangkan kasusnya dengan mengincar pelaku utamanya.

“Empat orang tersebut sebagai penjaga gudang, kalau untuk identitas keempat orang tersebut belum bisa saya paparkan. Kemudian untuk pemilik dan juga sopir tangki masih kita cari, begitu juga dengan yang melakukan kegiatan pengoplosan ini sebelumnya,”bebernya.

Mantan Kapolres Belawan ini mengungkapkan, BBM yang diamankan tersebut, merupakan jenis Pertalite dan Pertamax opolsan dengan jumlah sekitar 10.000 liter lebih. Dugaan sementa modus pengoplosan BBM tersebut, mencampur BBM yang asli dengan minyak mentah lalu diberi pewarna serta pewangi agar warna dan baunya menyerupai BBM aslinya.

Selain dioplos, kata Kombes Pol Aswin Sipayung, modus lainnya yang digunakan oleh terduga pelaku pengoplos BBM tersebut, yakni dengan menjual BBM hasil oplosan tersebut ke sejumlah pengecer yang berada di pinggir jalan atau di kampung-kampung di beberapa wilayah di Lampung.

“Kami telah mengirimkan sample BBM itu ke PT Pertamina, untuk dilakukan Uji Laboratorium. Yang jelas, kami masih terus dalami perkara BBM oplosan dengan minyak mentah tersebut. Kalau hasil Uji Lab terbuti spesifikasnya tidak sesuai, langsung bisa kita jadikan tersangka,”terang Alumnus Akpol 1993 tersebut.

Saat disinngung sudah berapa lama gudang tersebut berproduksi melakukan pengoplosan BBM, Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, dari keterangan keempat orang tersebut, sejak lima bulan terakhir ini atau awal Januari 2018 lalu.

Dikatakannya, jika benar terbukti, pelaku akan dijerat dengan Pasal 54 dan 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas), dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda sebesar Rp 60 miliar.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, harus lebih berhati-hati saat melakukan pengisian BBM. Jika menemukan adanya indikasi BBM oplosan, segera laporkan ke petugas agar dapat segera ditindaklanjuti,”pungkasnya.