Beranda Hukum Narkoba Polda Lampung Sita 21 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi yang Dikendalikan...

Polda Lampung Sita 21 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi yang Dikendalikan Napi LP Cipinang

1409
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto saat press reles ungkap kasus penyelundupan puluhan kilogram sabu dan ganja serta ribuan butir pil ekstasi di Pelabuhan Bakauheni, Kamis 29 November 2018.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto saat press reles ungkap kasus penyelundupan puluhan kilogram sabu dan ganja serta ribuan butir pil ekstasi di Pelabuhan Bakauheni, Kamis 29 November 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Penyelundupan narkotika melalui jalur laut, masih jadi favorit bagi para pelaku untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke Pulau Jawa. Hal ini terbukti, dari hasil ungkap yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan selama dua bulan terakhir dengan menyita 21 kilogram sabu-sabu, 22 kilogram ganja dan 40 ribu butir pil ekstasi.

Selain puluhan kilogram barang bukti narkotika yang disita, polisi juga mengamankan enam orang tersangka yang terlibat dalam penyelundupan barang haram tersebut. Para pelaku tersebut adalah, Rahmat Sukri, Reka Satria, Hari Fernandes, Amin, M. Misbah Yusran dan Hariyanto.

“Hasil ungkap narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja ini merupakan kegiatan rutin Satres Narkoba Polres Lampung Selatan di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni,”kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto saat press reles di Pelabuhan Bakauheni, Kamis 29 November 2018.

Dari pengungkapan penyelundupan narkotika tersebut, kata Irjen Pol Purwadi Arianto, ada enam orang tersangka yang diamankan dan para tersangka tersebut berasal dari berbagai daerah.

“Jaringan pengiriman narkotika ini, merupakan jaringan narkoba lintas daerah atau trans nasional. Untuk modusnya berbagai macam cara, tapi ada juga yang tetap menggunakan cara lama yakni disembunyikan dalam tas dan dikirim pakai paket,”ujarnya.

Dikatakannya, pengungkapan penyelundupan puluhan kilogram narkotika jenis sabu dan ganja serta ribuan butir pil ekstasi di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni ini, tidak ada rangkaian (kaitan) dalam tiga kasus yang diungkap tersebut.

Orang nomor satu di kepolisian daerah (Polda) Lampung ini juga mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh Jajaran Polres Lampung Selatan, atas pengungkapan penyelundupan barang haram tersebut. Namun keberhasilan tersebut, tidak terlepas dari hasil koordinasi jajaran Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung.

“Selain keberhasilan kerja tim, hasil ungkap puluhan kilogram narkotika yang disita ini juga tidak terlepas dari peran serta laporan dari masyarakat,”ungkapnya.

Sementara Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan mengutarakan, upaya pengiriman 21 kilogram sabu-sabu tersebut dalam waktu berbeda. Awalnya, petugas menggagalkan pengiriman 11 kilogram sabu dan 40 ribu butir pil ekstasi dari tersangka Rahmat Sukri, warga Kembangan, Jakarta Barat saat menumpang bus NPM jurusan Padang-Jakarta ekstasi di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, pada 27 Oktober 2018 lalu.

“Hasil pengembangan, petugas menangkap dua tersangka kakak beradik yakni Reka Satria dan Hari Fernandes. Kedua tersangka ini, merupakan adik dari seorang napi bernama Ades yang mengendalikan narkoba itu dari dalam LP Cipinang, Jakarta,”ungkapnya.

Selanjutnya pada 30 Oktober 2018 lalu, kata mantan Kapolres Peswaran ini, petugas kembali menggagalkan upaya pengiriman paket sabu seberat 10 kilogram dengan mengamankan satu orang tersangka bernama Amin, warga Cirebon, Jawa Barat.

“Untuk pengungkapan ketiga, pada 22 November 2018 lalu. Petugas mengamankan dua orang tersangka M. Misbah Yusran dan Hariyanto dengan barang bukti 22 kilogram paket ganja,”terangnya.

Loading...