Polda Lampung Sita 37 Ton Oli Bekas di Lampung Tengah

  • Bagikan

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung mengungkap kasus perdagangan oli bekas sebanyak 37 ton. Puluhan ton oli bekas tersebut, disita dari gudang penyimpanan di Desa Terbanggi Abung, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Selasa (15/11/2016).

Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, kasus perdagangan oli bekas tersebut, penyidik menetapkan dua orang tersangka pemilik berinisial DAM dan MS, keduanya merupakan warga Gunung Sugih, Lampung Tengah.

“Tersangka DAM dan MS mengelola usaha jual beli oli bekas yang tidak dilengkapi izin resmi. Pengungkapan kasus tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan petugas,”kata Ferdyan, Selasa (15/11/2016).

Menurutnya, dalam kasus tersebut, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka DAM dan MS, alasannya karena anacaman hukuman pidana penjara di bawah lima tahun.

“Ya kedua tersangka tidak ditahan, selain ancaman hukuman dibawah lima tahun kedua tersangka juga Koperatif,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk jumlah barang bukti oli bekas yang disita di lokasi TKP cukup signifikan, ada beberapa tangki yang ditimbun dan drum yang ada diluar sebanyak 37 ton.

“Barang bukti tersebut, saat ini sudah berada di rumah barang bukti dan sitaan (Rumbasan),”teraangnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 102 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 1 miliar juncto Pasal 106 Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun denda sebesar Rp 5 miliar.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page