Beranda News Polda Lampung Tangkap Dalang Kerusuhan Register 45 Mesuji di Solo

Polda Lampung Tangkap Dalang Kerusuhan Register 45 Mesuji di Solo

313
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung menangkap Dalang Kerusuhan di Register 45, Mesuji yang mengakibatkan adanya korban jiwa. Polisi menangkap tersangka di daerah Solo, Jawa Tengah, pada Selasa pagi (29/3/2016). Tersangka yang ditangkap tersebut adalah, I Wayan Sugiarte alias Krisna.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan, pihaknya telah menangkap  tersangka dalang kerusuhan di Register 45 Mesuji. Tersangka yang ditangkap tersebut bernama, I Wayan Sugiarte alias Krisna.

“Tersangka Krisna ini adalah, sebagai penyebab terjadinya kerusuhan hingga mengakibatkan adanya korban jiwa. Tersangka ditangkap di Solo, Jawa Tengah,”kata Zarialdi, Rabu (30/3/2016).

Menurutnya, selain tersangka I Wayan Sugiarte alias Krisna, masih ada lima tersangka lainnya. Saat ini, petugas masih memburu kelima tersangka tersebut.

Zarialdi mengutarakan, terjadinya kerusuhan tersebut bermula dari sengketa lahan antara kelompok Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir dengan kelompok Balian, Register 45, Mesjui. Kelompok Pematang Panggang, melakukan penagihan atas sewa lahan sebesar Rp 1 juta/ hektarnya terhadap para petani kelompok Balian.

“Kedua kelompok itu, tidak menemui kesepakatan. Hingga akhirnya, mengakibatkan tejadinya bentrok dan memicu aksi massa sampai terjadilah kerusuhan,”ujarnya.

Akibat kejadian itu, kata Zarialdi, ada tiga orang yang mengalami luka bacok yakni, Cili (20) dan Soleh alias Ucu (30) kedua korban itu dari kelompok dari Pematang Panggang, OKi. Sementara untuk korban lainnya, Wayan Tias dari kelompok Balian Register 45, Mesjui.

“Salah seorang korban, Cili dari kelompok Pematang Panggang meninggal dunia. Untuk jenazahnya, sudah dipulangkan ke rumah duka di Palembang,”terangnya.

Dikatakannya, untuk mengenai situasinya, saat ini sudah kondusif dan aktifitas warga sudah kembali normal seperti semula.