Polda Ringkus Dua Orang Kurir Narkoba

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menangkap dua kurir narkoba jenis sabu-sabu bernama Syahdana Alham (24) warga Jalan Menanti, Labuhan Ratu,
Bandar Lampung dan Riko Bismuri (22) warga Rajabasa.

Kedua tersangka diringkus polisi saat sedang menunggu pemesannya di Jalan Swadaya, Kelurahan Gunung Terang, Tanjungkarang Timur pada Selasa (29/9) sore.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 10 gram dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Augustinus B.Pangaribuan melalui Kasubdit III Ditnarkoba, AKBP A. Zulfikar mengatakan, keduanya ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima Ditanrkoba Polda Lampung, bahwa di Jalan Swadaya akan ada transaksi narkoba.

“Dari informasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan mendapati dua orang laki-laki yang gerak-geriknya mencurigakan sedang duduk di atas sepeda motor,”kata Zulfikar, Rabu (30/9) malam.

Selanjutnya, kata Zulfikar, petugas melakukan penggeledahan terhadap kedua tersangka. Alhasil, petugas menemukan 10 gram sabu-sabu yang menurut pengakuan tersangka akan dijual kepada pemesannya seharga Rp10 juta.

“Karena ditemukan barang bukti sabu-sabu itu, keduanya langsung kami bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut,”ungkapnya.

Zulfikar mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku hanya sebagai kurir, sedangkan pemilik barang disebut adalah seorang bandar berinisial DD, yang diketahui tinggal di sekitar kawasan Kemiling, Tanjungkarang Barat.

“Mereka (para tersangka) mengaku diperintah DD mengantarkan barang haram itu kepada pemesannya dan berjanjian di Jalan Swadaya, Gunung Terang itu,”katanya.

Jika sabu-sabu itu sampai ke tangan pembeli, keduanya mendapat imbalan sebesar Rp300 hingga 500 ribu. “Ini sudah yang ketiga kalinya, mereka disuruh DD,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah penangkapan para tersangka, petugas mencoba mengembangkan
kasusnya dengan melakukan pengejaran terhadap DD. Namun nampaknya DD yang diduga bandar tersebut, segera menyadari kalau kedua kurirnya sudah ditangkap polisi.

“Dia (DD) sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dan ternyata setelah ditelusuri, DD ini adalah target operasi (TO) kami sejak dulu. Saat kami datangi, DD sudah tidak ada lagi dirumahnya atau melarikan diri,”tandasnya.