Beranda Teras Berita Polda Selidiki Kasus Warga Mesuji Diduga Direkrut ISIS

Polda Selidiki Kasus Warga Mesuji Diduga Direkrut ISIS

207
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Warga Mesuji yang telah dipulangkan secara bertahap dari Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur, pada Senin (16/3) lalu yang diduga direkrut masuk dalam jaringan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan modus diberangkatkan umrah gratis ke tanah suci serta di iming-imingi uang sebesar Rp 25 juta. Polda Lampung dan Polres Mesuji masih menyelidiki kebenaranya tentang adanya jaringan  ISIS masuk ke wilayah Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, menanggapi adanya dugaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) masuk ke wilayah hukum Polda Lampung, pihaknya bersama TNI Pemprov dan Pemkab, para tokoh, melakukan pendataan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Lampung agar tidak terpengaruh dengan jaringan ISIS dengan janji atau iming-iming yang tidak jelas. Sejauh ini, pihaknya masih memantau kontra radikal dan reradikalisasi di Masyrakat.

“Dugaan adaya jaringan ISIS masuk ke Lampung masih diselidiki. Sebagai antisipasi, petugas Bhabinkamtibmas difungsikan untuk mendeteksi dini terkait adanya dugaan jaringan perkembangan ISIS di Kota/Desa baik itu pondok pesantren, kelompok masyarakat tempat mereka bertugas. Ia berharap agar masyarakat tidak terpengaruh terhadap ISIS,”kata Sulis, Kamis (19/3) sore saat ditemui di ruangannya, di Mapolda Lampung.

Dikatakannya, mengenai puluhan warga Mesuji yang berhasil ditemukan, pihaknya telah mendapatkan laporan dan informasi lanjutan dari pihak Polda Jawa Timur dan Polres Mesuji  terkait dengan pemulangan 21 warga Mesuji yang di iming-iming perjalanan umrah gratis ke tanah suci dan uang sebesar Rp 25 juta, sudah dipulangkan oleh aparat kepolisian Resor Malang, Jawa Timur, pada Selasa (17/3).

“Mereka dipulangkan dari Malang menggunakan kendaraan bus dan tiba di Mapolres Mesuji Rabu (18/3) sore, dari 21 warga yang turun di Mapolres Mesuji ada 19 orang dan sisanya banyak yang turun di perjalanan sebelum sampai di Mapolres Mesuji,”ujarnya.

Sulis menuturkan, pihaknya mendapatkan adanya laporan dari Polres Mesuji terkait dengan hilangnya ratusan warga Mesuji diduga direkrut masuk dalam jaringan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan modus diberangkatkan umrah gratis ke tanah suci. Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya langsung berkordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur untuk melakukan pencarian dan pendalaman.

“Adanya Isu hilangnya warga Mesuji diduga direkrut untuk bergabung di kelompok radikalisasi ISIS masih didalami, saat ini belum menemukan adanya indikasi keterlibatan ISIS warga yang di iming-imingi umrah gratis,”kata dia.

Dipaparkannya, 21 warga Mesuji yang dipulangkan, setelah diketahui keberadaannya oleh petugas setempat setelah tinggal dibeberapa hotel di Kota Malang sejak akhir tahun 2014 lalu. Puluhan warga tersebut di Kota Malang, direkrut oleh Ningsih warga Kremil, Surabaya.  Setibanya di Kota Malang, Ningsih lalu menyerahkannya kepada Agus Santoso.

“Jadi mereka menunggu giliran untuk diberangkatkan umroh gratis ketanah Suci yang digagas oleh Agus Santoso Warga Kebon Sari, Sumber Rekso, Lumajang. Saat ini petugas Kepolisian Resor Malang tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang merupakan sebagai kordinator program itu yakni, Ningsih dan Agus Santoso,”paparnya.

Berita Terkait: Gubernur Prihatin Banyak Warga Lampung Gabung ISIS