Beranda News Nasional Polemik Ekspor Benih Lobster, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

Polemik Ekspor Benih Lobster, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

263
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab wartawan usai meresmikan beroperasinya Seksi II, III, dan IV Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, di Gerbang Tol Samboja, Balikpapan, Selasa (17/12) siang. Foto: Setkab
Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab wartawan usai meresmikan beroperasinya Seksi II, III, dan IV Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, di Gerbang Tol Samboja, Balikpapan, Selasa (17/12) siang. Foto: Setkab

TERASLAMPUNG.COM — Polemik tentang rencana ekspor benih lobster, mendapatkan tanggapan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Jokowi, yang paling penting (dalam kebijakan ekspor benih lobster) negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak.

“Yang paling penting itu, nilai tambah ada di dalam negeri. E kspor dan tidak ekspor hitungannya dari situ,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan seksi II, III, dan IV Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, di Gerbang Tol Samboja, Selasa (17/12/2019) siang.

Presiden mengingatkan, jangan kita hanya melihat lingkungannya saja tetapi nilai ekonominya juga dilihat. Tapi jangan nilai ekonominya saja tapi lingkungannya harus dipelihara. Keseimbangan antara itu yang penting.

“Bukan hanya bilang jangan, ndak, mestinya keseimbangan itu yang diperlukan, jangan juga awur-awuran, semua ditangkapin diekspor itu juga enggak bener,” tegas Presiden.

Jokowi meyakini, para pakar tentunya mengetahui bagaimana tetap menjaga lingkungan agar benih lobster tidak diseludupkan, tidak diekspor awur-awuran tapi juga nelayan mendapat manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita. Aliran Dana Rp900 Miliar

Sebelumnya  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan dana penyelundupan benih lobster ke luar negeri mencapai Rp 900 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan mendanai pengepul dalam negeri dan membeli benih tangkapan nelayan lokal.

“Dalam setahun, aliran dana dari luar negeri yang diduga untuk mendanai pengepul membeli benur tangkapan nelayan lokal mencapai Rp300 miliar hingga Rp900 miliar,” kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2019, di kantor PPATK, Jakarta, Jumat (13/12).

Penyelundupan lobster ke luar negeri ini, menurut Badaruddin, menggunakan sindikat internasional.

Ia mengemukakan, aliran dana sindikat di luar negeri ke pelaku Indonesia menggunakan perantara kegiatan usaha valuta asing atau money changer. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengingatkan selama ini langkah menyetop ekspor kenyataannya sepenuhnya tidak mampu membendung kasus-kasus penyelundupan benih ekspor. “Penyelundupan ada terus,” tegas Edhy di Yogyakarta, Minggu (16/12).

Ia menjelaskan, rencana untuk membuka kembali ekspor benih lobster adalah dalam rangka meningkatkan nilai keekonomian di masyarakat.

Alasan Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan bertolak belakang dengan logika mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Menurut Susi, ekspor benih lobster justru akan merugikan para nelayan pembudidaya lobster. Sebab, jika benih itu dipelihara harganya akan jauh lebih tinggi dan penghasilan akan jauh lebih besar.

Loading...