Beranda Hukum Polisi akan Jemput Paksa Pemicu Bentrok Warga di Way Galih

Polisi akan Jemput Paksa Pemicu Bentrok Warga di Way Galih

1539
BERBAGI
Zainal Asikin/Teraslampung.com

Warga Way Galih berjaga-jaga usai bentrokan, Rabu malam (30/7). Foto: Teraslampung.com/Zaenal

BANDAR LAMPUNG – Polisi akan menjemput paksa Rangga (19),  pelaku
pembacokan dan pemicu terjadinya bentrok warga yang terjadi di Desa Way Galih,
Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Rabu malam (30/7) sekitar pukul
20.00 WIB. Penjemputan paksa terhadap warga Dusun II A, Desa Way Galih,
Tanjungbintang, Lampung Selatan itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya
bentrok susulan.

Hingga Kamis malam
(31/7), petugas dari Polsek Tanjung Bintang dan Polres Lampung Selatan yang
berjumlah 100 personel, masih tetap disiagakan untuk melakukan pengamananan di
lokasi kejadian.
Kapolres Lampung
Selatan, AKBP Bayu Aji, mengatakan pihaknya saat ini sedang berupaya untuk
mencari dan segera menangkap pelaku bernama Rangga. Sebelumnya pihak keluarga
yakni orang tua dari pelaku sudah menyatakan bahwa selama 24 jam akan
menyerahkan anaknya Rangga kepada petugas. Namun, hingga kini Rangga belum juga
diserahkan oleh pihak keluarganya.
“Untuk menghindari
kembali terjadinya bentrok warga, kami berupaya segera menagkap pelaku dan
menyiagakan 100 personel gabungan untuk terus melakukan pengamanan di Desa Way
Galih. Apabila pelaku diketahui berada bersama keluarganya, maka kami akan
menjemput paksa pelaku malam ini juga,” kata Bayu Aji melalui ponselnya kepada Teraslampung.com,
Kamis malam (31/7).
AKBP Bayu Aji
menuturkan, pada siang tadi (31/7) pihaknya mengamankan tujuh orang yakni dari
dusun II A dan Dusun VB Nagaria Desa Way Galih, Kecamatan Tanjungbintang di
Mapolres Lampung Selatan. Mereka diamankan dimintai keterangan terkait
terjadinya pembacokan dan bentrokan antar warga yang terjadi pada Rabu malam
(30/7) kemarin.
“Ketujuh warga yang
diamankan untuk dimintai keterangan bukan sebagai tersangka. Dari keterangan
meraka, pemicu terjadinya bentrok bermula akibat pembacokan yang dilakukan oleh
Rangga terhadap korban Nikko. Selain itu juga, kasus ini merupakan dendam lama
yang sering terjadi keributan antar pemuda yang berakhir anarkis dari kedua
Dusun di Desa Way Galih,” tutur Bayu Aji.
Menurut Bayu Aji, dua
tahun lalu di Tanjungbintang juga telah terjadi penganiayaan hingga
mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia.
“Agar tidak terjadi lagi
bentrok antarwarga dan menyebabkan korban meninggal,kami akan menindak tegas pelaku
pemicu bentrokan dan memproses kasus tersebut hingga tuntas,” tandasnya.


Berita Terkait: Hari Ketiga Lebaran, Warga Dua Dusun di Tanjungbintang Bentrok
Loading...