Polisi Amankan Sabu seberat 3,5 gram di Perumahan Palm Permai

  • Bagikan
Zainal Asikin/teraslampung.com
Tersangka Adi Praisa 

BANDARLAMPUNG – 
Pengedar sabu-sabu, Adi Praisa (22) warga Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kedamain, Tanjung Karang Timur, Bandarlampung ditangkap Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Pada Senin (12/1) lalu sekira pukul 16.00 WIB di perumahan Palm Permai Kelurahan Sukabumi, Bandarlampung. Dari tangan tersangka, diamankan satu paket sedang sabu-sabu seberat 3,5 gram senilai Rp 5 juta.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno menuturkan, penangkapan tersangka Adi Praisa dari hasil penyelidikan petugas dimana disebuah perumahan Palm Permai yang berada dijalan Pangeran Tirtayasa, Kelurahan Sukabumi kerap dijadikan tempat untuk transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Petugas kemudian melakukan penyamaran (Under Cover Buy), pembelian secara terselubung kepada tersangka, yakni  dengan berpura-pura ingin membeli sabu-sabu kepada tersangka. Tersangka lalu menyepakatinya kepada petugas yang sedang melakukan penyamaran, selanjutnya berjanjian di tempat yang sudah ditentukan oleh tersangka.

Setelah petugas menunggu beberapa lama, sambung Yustam, dilokasi yang sudah ditentukan tersangka, datang seorang laki-laki yang dari gerak-geriknya mencurigakan. Saat itu juga petugas langsung mengamankan tersangka.

“Saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, ditemukan satu paket sedang sabu-sabu seberat 3,5 gram senilai Rp 5 juta. Selanjutnya tersangka dan barang bukti sabu, dibawa ke Mapolresta Bandarlampung guna dilakukan penyidikan dan pengembangan,”kata Yustam kepada wartawan, Rabu (14/).

Hasil pemeriksaan, Yustam menjelaskan, tersangka berkilah bahwa sabu-sabu tersebut bukanlah miliknya melainkan milik temannya bernama Lai yang tinggal didaerah Panjang, Bandarlampung. Tersangka hanya disuruh oleh tersangka Lai  untuk mengantarkan kepada seseorang yang sebelumnya sudah memesan.

“Pengakuannya, tersangka sudah lima kali mengantarkan sabu kepada pemesannya. Dalam setiap mengantar sabu, dia (tersangka) mendapat upah sebesar Rp 300 ribu dari tersangka Lai. Selain dapat upah uang, Adi juga mendapat upah sabu-sabu satu paket kecil dan sabu itu dikonsumsi
sendiri oleh tersangka,”terangnya.

Ditambahkannya, mendapat keterangan tersangka Adi, selanjutnya petugas memburu Lai yang sudah diketahui tempat tinggalnya. Namun, tersangka Lai sudah tidak ada dirumahnya dan berhasil kabur lebih dulu sebelum petugas datang.

“Tersangka Lai diduga sebagai bandar kita tetapkan sebagai DPO, dan kasusnya saat ini masih dikembangkan. Sementara untuk tersangka Adi Praisa, disangkakan dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,”tandasnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page