Polisi Bekuk 140 Preman dan Pelaku Pungli di 64 Tempat di Lampung

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad

TERASLAMPUNG.COM — Polda Lampung  bersama polres jajaran membekuk 140 preman dan pelaku pungutan liar (pungli) di 64 lokasi di Lampung. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut  instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Ke-140 preman dan pelaku pungli tersebut diamankan dalam operasi yang digelar sejak 11 sampai dengan 14 Juni 2021 lalu. Sebanyak 140 pelaku diamankan petugas di 64 lokasi di Lampung,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu, 19 Juni 2021.

Menurut Pandra, setelah menjalani pemeriksaan terhadap seluruh preman dan pelaku pungli yang diamankan itu, sebanyak 9 orang dinyatakan dalam proses  penyidikan.

“Selebihnya, yaitu 131 orang dalam proses pembinaan,” imbuhnya.

Pandra menyebutkan pihaknya terus melakukan razia preman dan pelaku pungli guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Pihaknya memastikan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi oknum-oknum yang melakukan aksi pungli dan premanisme di Lampung.

“Ini masih terus berlangsung,” ujarnya.

Menurut Pandra, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno sudah menginstruksikan kepada kapolres sejajaran Polda Lampung untuk merilis penangkapan preman dan pelaku pungli. Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman dan pelaku pungli.

“Laporan pengaduan maupun Informasi sekecil apapun dari masyarakat, sangat berguna bagi kepolisian untuk dapat melakukan suatu tindakan, baik dengan upaya-upaya pre-emtif, preventif maupun  represif. Termasuk indentitas para pelaku premanisme, pungli atau aksi kejahatan jalanan. Data pribadi mereka sudah terekam dalam database Indonesian Automatic Fingerprint System (INAFIS) sehingga apabila pelaku mengulangi perbuatannya, maka akan mengalami kendala dalam pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) karena ada catatannya,” kata Pandra.

Pandra mengimbau masyarakat untuk  membantu memberantas premanisme, pungli, maupun LSM yang mengatasnamakan ormas tertentu dengan meminta suatu imbalan berkedok menjaga keamanan.

“Apabila ditemukan adanya hal seperti itu, agar masyarakat melaporkan ke kantor polisi terdekat
maupun melaporkan melalui call center Polri 110 ( bebas pulsa) atau dapat mendownload aplikasi POLISIKU dengan fitur Dumas Presisi Pengaduan Masyarakat,” katanya.

Menurutnya, layanan itu akan tersedia 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari kepolisian.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan aksi premanisme. Kepolisian kini memiliki aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110. Kami akan memberikan bantuan yang maksimal kepada warga Lampung,” katanya.

  • Bagikan