Beranda Hukum Kriminal Polisi Bekuk Buron Pembobol Diler Telukbetung

Polisi Bekuk Buron Pembobol Diler Telukbetung

341
BERBAGI
Kapolsekta Telukbetung Utara, Kompol Suharto saat menginterogasi tersangka Mursid,.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Telukbetung Utara, meringkus Mursid (22), seorang buronan kasus pembobolan diler di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara pada September 2016. Polisi menangkap tersangka di rumahnya di daerah Panjang, Bandarlampung, pada Kamis (12/10/2017) lalu.

Salah satu aksinya, Mursid membobol Diler TDM di Jalan Pangeran Diponegoro Telukbetung, Bandarlampung,  bersama dua rekannya, Sugeng (34), warga Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kedamaian dan Parmin (39), warga kampung Teluk Tuba LK I, Kelurahan Karang Maritim, Panjang.

“Sugeng dan Parmin sudah lebih dulu ditangkap petugas Polsekta Tanjungkarang Timur, pada Selasa (15/11/2016) lalu. Otak pelaku pencurian itu adalah tersangka Sugeng,” kata Kapolsekta Telukbetung Utara, Kompol Suharto, Jumat (13/10/2017).

Dari penangkapan tersangka Mursid, kata Harto, petugas menyita satu buah baju dan celanan jeans yang dibeli tersangka dari uang hasil kejahatan tersebut.

“Dari hasil penjualan barang curian tersebut, tersangka Mursid mendapat bagian uang Rp 1,2 juta dan uangnya sudah dihabiskan semua untuk belanja pakaian dan poya-poya,”ungkapnya.

Menurutnya, selain ketiga tersangka, masih ada tersangka lain berinisial HG dan AN yang terlibat dalam kasus tersebut. Mereka masih terus dicari petugas.

Berdasarkan catatan kepolisian, komplotan mereka sudah tujuh kali membobol diler sepeda motor di wilayah Kota Bandarlampung.

“Tiga dari tujuh diler yang dibobol komplotan Sugeng, tiga di antaranya di Tanjungkarang Timur. Lainnya di Sukarame, Telukbetung dan panjang,”paparnya.

Suharto mengutarakan, saat beraksi membobol Diller TDM di Jalan Pangeran Diponegoro para tersangka berbagi peran, tersangka Sugeng dan HG (DPO) masuk ke dalam diler dan merusak kunci rolling door depan untuk membawa keluar barang curian menggunakan alat obeng, tang, pahat kecil, pemotong besi, pisau stanless dan palu. Sedangkan Mursid, Parmin dan AN (DPO) berada di luar mengawasi keadaan sekitar.

Tersangka Sugeng dan HG (DPO), lanjut Harto, masuk ke diler dengan cara memanjat pohon yang ada di belakang dan naik ke atap. Lalu masuk ke dalam, dengan membongkar jendela kamar mandi yang ada dilantai atas. Agar aksinya tidak terkemam kamera CCTV, Sugeng dan HG (DPO) memotong kabel CCTV itu menggunakan tang dan pisau.

“Dari dalam Diller tersebut, para tersangka menggasak satu unit motor Honda CB 150 CC warna merah, laptop, satu set shock breaker, dan barang berharga lainnya. Semua barang hasil curian tersebut, sudah dijual dan uangnya dihabiskan oleh para tersangka,”jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Mursid saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsekta Telukbetung Utara dan tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.