Beranda Hukum Kriminal Polisi Bekuk Mahasiswa Tersangka Curanmor

Polisi Bekuk Mahasiswa Tersangka Curanmor

651
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG- Petugas Unut Reskrim Polsekta Kedaton, Bandarlampung, menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pada Selasa (7/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Kedua pelaku  yang ditangkap adalah Nicko Juansyah( (21) warga Jabung, Lampung Timur,  seorang mahasiswa di Universitas di Bandarlampung, dan Denny Sahril Hidayat (33), warga Jalan Ratu Dibalau, Tanjungseneng, Bandarlampung

“Kedua tersangka, Nicko dan Denny ditangkap oleh petugas usai melakukan pencurian sepeda motor Suzuki FU plat nomor BE 3687 LF milik korban Yogi Saputra (19) warga Jalan Cempedak , Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung. Motor tersebut diparkir oleh korban di warnet “Does” di Jl.  Ratu Dibalau, Tanjungseneng, aksi pencurian yang dilakukan kedua tersangka ini, memang sudah direncanakan terlebih dulu sebelumnya,” kata Kasi Humas Polsekta Kedaton, Ipda Nida Sari Daulay kepada wartawan, Rabu (8/10).

Menurut Nida Sari Daulay, saat menjalankan aksi pencurian kedua tersangka menggunakan sepeda motor Honda Scopy warna merah dengan plat nomor BE 8317 YW untuk mencari calon korbannya. Sebelumnya, kedua tersangka berkeliling terlebih dahulu, Setelah dua jam berkeliling untuk mencari calon korbannya ahirnya kedua tersangka menemukan target atau sasaran motor yang akan dicuri oleh kedua tersangka.

“Tersangka Nicko melihat motor yang tengah diparkir di salah satu warnet “Does” dijalan Ratu Dibalau, Tanjung Seneng , pada Rabu malam (7/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu juga tersangka Nicko mengambil motor korban dengan cara merusak kunci stang menggunakan kunci letter T, sementara tersangka Denny menunggu diatas motor dan mengawasi keadaan sekitar,” kata dia.

Setelah motor berhasil dicuri, Nida memaparkan, kedua tersangka langsung kabur membawa lari motor milik korban. Namun aksi kedua tersangka dapat diketahui oleh si pemilik motor, Keduanya langsung diteriki maling. Masyarakat yang mendengar teriakan korban, langsung berusaha mengejar kedua tersangka hingga sampai akhirnya keduanya dapat tertangkap oleh masyarakat dan petugas yang sedang melakukan patroli.

Saat akan kabur keluar dari kontrakan dengan membawa motor hasil curian, sambung Nida, tersangka Nicko dapat ditangkap oleh warga yang saat itu melihat tersangka. Tersangka ditangkap setelah terjatuh dari motor ketika dilempar menggunakan sepeda oleh warga, saat itu juga tersangka Nicko langsung dihajar oleh warga sebelum petugas datang.

“Untuk tersangka Denny, dapat ditangkap selang tak berapa lama saat dia (tersangka-Red) akan menghampiri tersangka Nicko di kontrakannya. Lalu keduanya dibawa petugas bersama barang bukti sepeda motor hasil curian, dan sepeda motor milik tersangka yang digunakan saat menjalankan aksinya untuk dilakukan pengembangan,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan, Nida Sari Daulay mengatakan, keduanya mengakui melakukan pencurian motor karena butuh uang dan baru pertama kali.  Tersangka Nicko yang merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandarlampung, ia nekat melakukan pencurian tersebut karena butuh uang untuk membayar kontrakan.

“Tersangka Denny diajak tersangka Nicko ikut mencuri, lantaran tidak punya uang untuk biaya persalinan istrinya yang sebentar lagi mau melahirkan, makanya dia ikut ajakan Nicko untuk mencuri,” kata dia.

Ditambahkannya, selain barang bukti sepeda motor yang diamankan, kami juga menyita satu buah kunci letter T milik tersangka Nicko yang digunakan saat mencuri. Tersangka mengakui bahwa kunci letter T tersebut dia pinjam dari temannya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, sementara untuk motor hasil curian, rencananya akan dijual tersangka Nicko kepada penadahnya di daerah Jabung, Lampung Timur. Terhadap perkara tersebut, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan pengembangan.

“Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka kini masih berada didalam sel tahanan sementara Mapolsekta Kedaton dan keduanya akan dijerat dengan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya.