Polisi Bekuk Pelaku Perampokan PT HBP

  • Bagikan
Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Pelaku perampokan menggunakan senjata api, Anton Sujarwo (38), warga Desa Bulukarto, Gading Rejo, Pringsewu berhasil ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Minggu malam (6/7) sekitar pukul 23.00 WIB. 

Tersangka merupakan salah satu pelaku perampokan di perusahaan kontraktor PT Hulu Batu Perdana di Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Rajabasa, Senin (23/12/2013) lalu sekitar pukul 03.00 WIB. Tersangka Anton bersama kedua rekannya berinisial ETB dan UN (DPO) berhasil menggasak uang senilai Rp 158 juta milik perusahaan
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, dari hasil penyelidikan petugas, pelaku perampokan pada perusahaan kontraktor PT Hulu Batu Perdana dilakukan oleh tiga orang pelaku. Salah seorang pelaku diketahui bernama Anton Sujarwo (38) warga Desa Bulukarto, Gading Rejo, Pringsewu. 
Pada saat akan dilakukan penangkapan dirumahnya, tersangka berhasil kabur dan mulai saat itu tersangka selalu berpindah-pindah tempat. Petugas mendapatkan informasi tersangka Anton berada didaerah Pesawaran, dari informasi tersebut dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka.  
 “Tersangka Anton dapat kita tangkap saat sedang berada dirumah salah satu tersangka ETB, di Desa Bernung, Gedung Tatatan, Pesawaran, Minggu malam (6/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat akan ditangkap, tersangka Anton berusahan melarikan diri dan melakukan perlawanan petugas melumpuhkan tersangka dengan tiga timah panas di kaki kiri dan kanan tersangka. Sementara tersangka ETB berhasil kabur lebih dulu saat dalam penangkapan, dari tangan tersangka Anton tidak ditemukan barang bukti dan uang hasil rampokan sudah habis digunakan tersangka,” kata Dery kepada wartawan di Mapolresta, Minggu (6/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dery menjelaskan, tersangka Anton mengakui melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) di perusahaan kontraktor bersama kedua rekannya berinisial UN dan ETB (DPO), tersangka melakukan perampokan tersebut karena diajak dengan tersangka ETB dan UN. Namun yang merencakan atau otak pelaku perampokan, tersangka bernisial ETB (DPO) salah seorang karyawan perusahaan kontraktor PT Hulu Batu Perdana. Sementara yang membawa dan memiliki senjata api rakitan, adalah tersangka berinisial UN (DPO). Uang hasil dari rampokan, tersangka Anton mendapat bagian sebesar Rp 20 juta sementara sisanya dibagi kedua pelaku yakni ETB dan UN.
“Dari keterangan tersangka Anton, perampokan yang terjadi di perusahaan kontaraktor adalah rekayasa dari pelaku berinisial ETB kini masih buron (DPO) seorang karyawan pada perusahaan itu. Semua skenario perampokan itu sudah diatur lebih dulu oleh tersangka ETB dan kasus ini masih dilakukan penyelidikan dan pengembangan,” jelas Dery.
Dery memaparkan, dari beberapa bukti hasil olah TKP Seperti tali rapia dan lakban yang digunakan para pelaku untuk mengikat korban seorang satpam perusahaan kontraktor. Kemudian keterangan dari saksi korban saat kejadian pihaknya menilai adanya kejanggalan dan kuat dugaan adanya rekayasa dalam perampokan tersebut.
“Setelah kejadian itu, saksi yang merupakan sebagai karyawan ke esokan harinya sudah tidak lagi bekerja diperusahaan kontraktor dan tidak diketahui keberadaannya. Sehingga kuat dugaan kami, pelaku perampokan pada perusaan tersebut ada keterkaitan orang dalam,” beber dia.
Ditambahkannya, pihaknya masih memburu dua pelaku lain yakni ETB dan UN (DPO) keduanya saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk tersangka Anton, polisi menjerat tersangka dengan pasal  365 KUHPidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tandasnya.
Menurut penuturan tersangka Anton, Saat ditangkap  sedang berada dirumah ETB di Desa Bernung, saat polisi datang rekannya ETB berhasil kabur lebih dulu. Aksi perampokan diperusahaan kontraktor dia lakukan bersama kedua orang rekannya yakni ETB dan UN (DPO), dan berhasil membawa uang sebesar Rp 158 juta milik perusahaan. Namun yang mempunyai rencana untuk melakukan perampokan adalah rekannya ETB, dan ETB ini sebagai karyawan di perusahaan itu.
“ETB ini bang yang merencanakan perampokan dan mengatur semuanya, setelah saya dan UN masuk kedalam kantor dan berhasil membuka brankas menggunakan linggis dan mengambil uang didalamnya, kemudian ETB masuk kedalam menemui kami berdua dan meminta kami berdua untuk memukul bagian wajahnya lalu mengikat kaki dan tangannya menggunakan tali rapia dan melakban bagian wajahnya agar tidak ketauan oleh polisi kalau perampokan itu adalah rencana dia (ETB) ,” ucap Anton kepada wartawan, Minggu (6/7).
Dia melanjutkan, selang dua hari setelah melakukan pencurian, ETB dan UN datang kerumah dirinya dan membagi uang dari hasil curian.

“Saya dapat bagian sebesar RP 20 juta dan uang itu sudah habis saya gunakan untuk bayar hutang, sementara sisa uang lainnya sebesar Rp 138 juta dibagi mereka berdua yakni ETB dan UN. Kalau yang memiliki senjata api  itu rekannya UN,” jelas dia. (Zai)
  • Bagikan