Beranda Hukum Narkoba Polisi Bekuk Pengedar dan Kurir Narkoba Jaringan Lapas Way Hui

Polisi Bekuk Pengedar dan Kurir Narkoba Jaringan Lapas Way Hui

996
BERBAGI
Lapas Way Hui Lampung Selatan (ilustrasi)

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung menangkap, Toni Ariansyah (23) dan Ade Panca (34), pengedar dan kurir narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Way Huwi.

Toni ditangkap di rumahnya di  Jl. AMD Tumenggung, Kelurahan Gunung Sulah, Sukarame. Ade Panca (34), warga Jl Buton, Kelurahan Jagabaya II, Sukabumi, Bandarlampung juga ditangkap di rumahnya, Kamis malam (26/6) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Sunaryoto, mengatakan penangkapan tersangka Toni berkat laporan masyarakat bahwa di Jl Pulau Bacan Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Sukabumi, kerap terjadi transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemduian melakukan penyelidikan kurang lebih selama dua minggu.

“Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua orang lelaki itu, yang diketahui bernama Toni Ariansyah (23) dan Ade Panca (34). Saat kita geledah di saku celana Toni ditemukan sembilan paket kecil sabu-sabu siap edar, sedangkan di tangan Ade ditemukan empat paket kacil sabu-sabu,” kata Sunaryoto kepada wartawan, Jumat (27/6).

Sunaryoto menjelaskan, penggeledahan kemudian dilakukan di rumah tersangka Toni. Petugas menemukan satu buah timbangan digital elektrik merk KERN. Kedua tersangka, bersama barang bukti diamankan untuk dilakakukan pengembangan.

“Kepada petugas, keduanya mengakui baru saja bertransaksi. Tersangka Ade baru saja membeli sabu-sabu dari Toni. Dari keterangan tersangka Toni, barang haram itu didapat dari kakaknya yang  berinisial TF, yang saat ini masih menghuni Lapas Way Hui,” kata Sunaryoto.

Toni mengaku dirinya hanya diminta oleh kakaknya kandungnya, TF, untuk mengantarkan narkoba kepada pemesannya di Jl Pulau Bacan Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Sukabumi dengan upah sebesar Rp150 ribu.

“Kakak saya menelepon dan menyuruh saya untuk mengantarkan barang kepada pemesannya. Kakak saya sedang berada didalam Lapas Way Huwi, terkait kasus narkoba dengan masa hukuman penjara lima tahun,” kata Toni.

Kedua tersangka akan disangkakan dengan asal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.