Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Wisma Atlet di Jl. Ir H Juanda Bandarlampung

  • Bagikan

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Satuan Narkoba Polresta Bandarlampung meringkus Hendra Sugiarto (34), warga Jl K. H. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kupang Teba, Telukbetung Utara, seorang pengedar narkoba, Kamis (7/8) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Tersangka ditangkap di Wisma tlet di Jl. Ir. H. Juanda, Kelurahan Pahoman, Telukbetung Utara berikut dengan barang bukti sabu seberat 14 gram senilai Rp 16,8 juta, alat hisap (bong) dan satu buah timbangan digital.

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno, mengatakan penangkapan tersangka Hendra berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Wisma Atlet sering menjadi tempat untuk transaksi narkoba. Dari informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan dicurigai sebuah rumah diduga sebagai tempat tinggal pelaku.

“Petugas langsung menggrebek rumah milik tersangka, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat dilakukan penggeledahan didapati barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 14 gram senilai Rp 16,8  juta, bong, dan satu buah timbangan digital. Barang bukti itu ditemukan dikamar milik tersangka,” kata Yustam kepada wartawan, Jum’at (8/8).

Yustam menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka Hendra merupakan resedivis kasus narkoba dan baru bebas sekitar dua bulan lalu dari Lapas Way Hui. Tersangka menjalani hukuman selama dua tahun enam bulan pada tahun 2011. Sementara untuk barang bukti sabu adalah benar miliknya, barang haram itu didapat tersangka dari seorang bandar berinisial RF (DPO) warga Natar seharga Rp 9,5 juta. Sabu itu, rencananya akan dijual kembali dengan dipecah beberapa paket, paket sedang dan kecil.

“Dari pengakuannya, tersangka baru dua kali membeli sabu kepada RF. Sabu itu diedarkan di daerah teluk, satu paket sedang dijual tersangka seharga Rp. 1 juta dan satu paket hemat dijual sebesar Rp 150
ribu,”jelas dia.

Terhadap perkara tersebut, Yustam menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk dapat mengungkap tersangka lain berinisal RF kini masih buron (DPO) .

Sementara menurut pengakuan tersangka Hendra, sabu itu didapat dari Rafi warga Natar, Lampung Selatan. Sebelumnya tersangka membeli sabu itu seberat 20 gram senilai Rp 24 juta dan sudah dipecah menjadi beberapa paket, sabu yang sudah terjual sebanyak 6 paket.

“Satu paket hematnya saya jual sebesar Rp 150 ribu, dari satu kantong sabu seberat 10 gram saya dapat keuntungan sebesar Rp 1 juta. Selain dijual, sabu itu juga dipakai untuk sendiri. Saya pakai sama istri saya, terkadang istri saya juga ikut mengedarkan sabu. Saat ini dia sedang menjalani hukuman di dalam lapas,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan
paling lama 20 tahun penjara.

 

  • Bagikan
You cannot copy content of this page