Polisi Gadungan Mengaku Bisa Urus Mobilnya yang Ditahan Polda Sumut

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/teraslampung.com

Tersangka Sopyan diperiksa di Polresta Bandarlampung, Selasa (1/12/2015).

BANDARLAMPUNG – Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung, Wijaya mengungkapkan tersangka Syaipul mengaku sebagai polisi setelah korban Teddy mendapatkan masalah dengan mobil yang disewakannya. Teddy awalnya menceritakan masalahnya kepada pelaku DP (masih buron) bahwa mobil korban disewa oleh orang lain. Mobil tersebut, ditangkap oleh petugas Polda Sumatera Utara karena penyewa mobil korban  membawa narkoba.

“Tersangka DP kemudian memperdayai korban Teddy. Kepada Teddy, DP mengaku punya teman anggota polisi bernama Syaipul yang bisa mengurus masalah korban,”kata Dery kepada wartawan, Selasa (1/12).

Dery mengutarakan, tersangka DP mengajak Teddy untuk bertemu dengan Syaipul di depan Museum Lampung. Pada saat bertemu, Syaipul mengenakan kaos bertuliskan polisi dan mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Brigadir bertugas di Polres Lampung Selatan.

BACA: Polisi Gadungan Diringkus Polisi di Depan Museum Lampung

“Syaipul meminta uang sebesar Rp 11 juta kepada Teddy, Syaipul menjanjikan bisa mengurus mobil korban yang ditahan di Polda Sumatera Utara karena kasus narkoba,”ujarnya.

Setelah Syaipul dan DP pergi, kata Dery, korban merasa curiga dan tertipu dengan aksi kedua tersangka. Saat itu juga, korban menghubungi rekannya yang juga anggota polisi. Mendapat informasi itu, rekan korban mendatangi lokasi TKP dan melakukan pengecekan ke Polres Lampung Selatan.

Setelah dicek, lanjut Dery, ternyata tidak ada nama anggota polisi bernama Syaipul. Rekan korban yang juga anggota polisi, meminta kepada korban untuk menghubungi tersangka dan mengajak untuk bertemu dengan alasan akan memberikan uang tambahan. Tak lama kemudian, Syaipul datang dan petugas langsung menangkapnya.

“Syaipul ditangkap oleh korban dan teman korban yang anggota polisi di depan Museum Lampung setelah dipancing diberi uang tambahan. Selanjutnya tersangka diserahkan ke Mapolresta
Bandarlampung,”ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Syaipul dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.