Polisi Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal Beromzet Miliaran Rupiah

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com


Kosmetik palsu (ilustrasi)

BANDAR LAMPUNG –   Subdit I Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung. menggerebek gudang penyimpanan  kosmetik ilegal milik Victor Dapumarta di Jl. Sultan Badaruddin II, Kelurahan Susunan Baru, Lingkungan II,Kecamatan Tanjungkarang Barat, Jumat awal Juli lalu (4/7). Gudang kosmetik yang tidak memiliki izin edar itu beroperasi  sekitar tujuh tahun yakni sejak tahun 2008 hingga 2014. Omzetnya diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahunnya.

Barang-barang kosmetik yang diamankan dari gudang tersebut antara lain 83 lusin krim Plasenta, 7 lusin bedak Mac, 19 lusin bedak merek “Ponds”, 80 lusin krim merek “GZ”, 1 dus krim Deonard Merah, 102 buah krim Deonard Biru, 50 lusin krim merek “Gold”, 25 kotak krim Fluocinonide, 50 krim merek ”HDL Plus”, 1 dus krim spesial, 11 dus krim Ester, 1 dus krim Lin Huwa, 36 lusin sabun Temulawak, 1 lusin krim temulawak, 1 dus krim merek “UB”, dan 18 pak eyeshadow.

Kasubdit I Kriminal Khusus (Krimsus)Polda Lampung, AKBP Yudi Chandra mengatakan, terungkapnya peredaran kosmetik ilegal berlebel Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) palsu itu bermula dari informasi masyarakat. Polisi kemudian  melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya. Petugas berhasil menemukan gudang penyimpanan kosmetik di Jl. Badarudin II, Kelurahan Susunan Baru, Kecamatan, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

“Ratusan lusin produk kosmetik ilegal berbagai merk tanpa di lengkapi surat izin dan berlebel BPPOM palsu telah kami sita. Sementara pemiliknya tidak kami tahan karena masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” kata Yudi kepada wartawan saat gelar ekspos di Graha Jurnalis Polda, Selasa (15/7).

Menurut Yudi pihaknya telah memeriksa pemilik bernama Victor Dapumarta dan dua saksi pembantu bernama  Dede kurniawan dan Anas Rifai yang bekerja pengangkut barang. Para tersangka mengaku pabrik kosmetika ilegal itu telah beroperasi sejak tahun 2008 lalu dan sempat berhenti ditahun 2013. Namun, awal tahun 2014 mereka beroperasi lagi hingga sekarang. Omzet per bulannya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut Yudi, Polda Lampung telah melakukan pengecekan kosmetik tersebut di BPOM. “Ternyata produk kosmetika tersebut selain tidak memiliki izin dan tidak disertai dengan label BPOM. “Kosmetik-kosmetik itu sebagian produknya  dari Tiongkok yang dikirim dari Jakarta ke Lampung. Pemilik akan dikenai Pasal 106 ayat (1) Jo Pasal UU RI Nomor.36 Tahun 2009 tentant Kesehatan,” kata Yudi.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP  Sulistyaningsih mengatakan, dengan adanya ungkap kasus kosmetik ilegal yang bisa membahayakan masyarakat di Lampung, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengawasan terhadap seluruh kosmetik yang beredar di pasar modern dan pasar tradisional.

“Jika perlu akan dilakukan razia,” kata Sulistyaningsih.