Beranda Hukum Penggerebekan Rumah Judi, Sembilan Penjudi Ditangkap Polisi

Penggerebekan Rumah Judi, Sembilan Penjudi Ditangkap Polisi

723
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta bandarlampung, Ipda Evi Trianti (baju hitam) didampingi dengan Kasubag Humas AKP Titin Maezunah (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan sembilan tersangka kasus perjudian.

BANDARLAMPUNG – Petugas Polsekta Tanjungkarang Barat menggrebek sebuah rumah yang berada di Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Bandarlampung  yang dijadikanmarkas untuk permainan judi, pada Rabu (8/7). Dari rumah tersebut, polisi berhasil menangkap sembilan orang tersangka yang kedapetan sedang bermain judi.

Sembilan tersangka yang diamankan adalah, HS (58), HL (61), NR (39), SR (37), MH (47), AS (35), WS (45), SDS (58) dan Supeno (63) pemilik rumah yang menyediakan tempat untuk berjudi. Mereka yang diamankan adalah warga Kemiling, Bandarlampung dan Gedong Tataan, Pesawaran.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta bandarlampung, Ipda Evi Trianti didampingi dengan Kasubag Humas AKP Titin Maezunah mengatakan, para tersangka ditangkap karena kedapetan sedang bermain judi kartu jenis remi dan mahyong disalah satu rumah milik tersangka Supeno yang berada di Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Bandarlampung.

“Dari penangkapan para tersangka, petugas menyita barang bukti 18 set kartu cot, dua set kartu remi, dan uang tunai Rp 158 ribu,”kata Evi kepada wartawan, Kamis (9/7).

Evi menjelaskan, pada saat dilakukan penggrebekan dirumah tersangka Supeno, petugas mendapati ada dua kelompok yang sedang bermain judi didalam rumah tersebut. Yakni kelompok satu berada di ruang tamu dan satu kelompok lagi berada didalam kamar.

Kelompok yang sedang bermain diruang tamu tersangka HS, HL, NR, SR dan MH. Sementara kelompok yang bermain didalam kamar tersangka AS, WS dan SDS. Penggrebekan tersebut dilakukan, setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat setempat yang resah dengan adanya aktivitas perjudian di rumah tersangka Supeno.

“Masyarakat ini kesal, sehingga melaporkanya ke Polsekta Tanjungkarang Barat. Mendapat adanya laporan itu, langsung ditindaklanjuti.  Petugas lalu menggrebek rumah itu, dan menangkap basah Sembilan orang yang sedang asik bermain judi,”jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, Evi menuturkan, tersangka Supeno menagkui dan sengaja menyediakan tempat dan menjadikan rumahnya sebagai sarang untuk bermain judi. Tidak hanya itu saja, Supeno juga menyediakan kartunya. Aktifitas perjudian dirumah tersangka Supeno, sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir. Dalam setiap harinya, ada dua kelompok bahkan lebih orang yang bermain judi dirumah tersebut.

“Tersangka Supeno ini, menyediakan tempat dan kartu untuk bermain judi tidak gratis. Para pemain judi, wajib membayar uang kebersihan dan uang komisi kepada Supeno. Jadi kalau ada yang menang judi dalam satu putaran, harus setor uang sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu kepada tersangka Supeno,”terangnya.

Akibat perbuatannya, ke Sembilan tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana  tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Loading...