Polisi Hong Kong Tangkap 19 Anggota Gangster Penyerang Demonstran Prodem

  • Bagikan
Seorang mahasiswa diserang pengunjuk rasa tandingan yang diduga sebagai anggota kelompok ganster. Meski akhirnya polisi Hong Kong menangkap belasan gangster, mahasiswa prodemokrasi di Hong Kong menilai polisi telah melakukan pembiaran. (Foto: dok BBC)
HONG KONG--Kepolisian
Hong Kong menahan 19 orang, termasuk beberapa orang yang diduga anggota
gangster penyerang demonstran prodemokrasi.Pejabat senior Kepolisian Hong Kong,
Patrick Kwok, mengatakan, pihaknya menahan 19 pria di lokasi berbeda. Sebanyak
delapan di antara para pria tersebut ditengarai anggota gangster triad.
Anggota-anggota
gangster tersebut ditengarai sebagai biang keladi penyerangan terhadap kelompok
prodemonstrasi di kawasan Mong Kok dan beberapa lokasi lainnya, pada Jumat
(03/10) malam waktu setempat.
Bentrokan
itulah yang menyebabkan perundingan antara Federasi Pelajar Hong Kong dan pemerintah
batal dilaksanakan. Semula kubu demonstran telah sepakat menerima tawaran
pemimpin Hong Kong, Leung Chun-ying, untuk berdialog.
“Pemerintah
membiarkan mafia menyerang peserta protes damai. Mereka memutus jalur dialog
dan harus bertanggung jawab akan konsekuensinya,” sebut pernyataan Federasi
Pelajar Hong Kong.
Pernyataan
itu kemudian dibantah Sekretaris Keamanan pemerintah Hong Kong, Lai Tung-kwok.
“Saya
menyadari bahwa beberapa orang mengatakan pemerintah sengaja membiarkan triad
atau bahkan bekerja sama dengan triad. Tuduhan-tuduhan ini sengaja dibuat dan
berlebihan,” ujarnya.
Perlindungan
Salah
satu pemimpin demonstran, Benny Tai, mengaku belum tahu apakah pihaknya masih
akan meneruskan jalur perundingan atau tidak mengingat polisi tidak melindungi
demonstran.
“Sulit,
sangat sulit untuk mempertahankan dialog jika pemerintah tidak menghentikan
aksi-aksi semacam ini terjadi terhadap demonstran yang berniat damai,” katanya
kepada wartawan BBC, Martin Patience.
Pada
Sabtu (04/10) pagi waktu setempat, kondisi jalan-jalan utama Hong Kong tenang.
Namun,
sejumlah warga mengaku gusar karena demonstrasi terus berlanjut tanpa titik
terang.
“Kami
harus bekerja dan menghasilkan uang. Kami, warga Hong Kong, perlu makan,” ujar
seorang pekerja bangunan bermarga Lee kepada kantor berita AFP.

Sumber: BBC

  • Bagikan